Pemda Bangkep

Bupati Rusli Moidady Buka Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Penyandang Disabilitas 2025

1961
×

Bupati Rusli Moidady Buka Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Penyandang Disabilitas 2025

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, SALAKAN – Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusli Moidady, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Penyandang Disabilitas Tahun 2025, yang digelar pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Teman Kopi Cafe Salakan dan dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB, Kepala Dinas Sosial, Kepala Sekolah SLB Kautu, Camat Tinangkung, sejumlah Kepala OPD terkait, serta para orang tua/wali murid dan anak-anak penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli menyampaikan bahwa anak merupakan amanah dari Tuhan yang wajib dijaga dan dilindungi, tanpa terkecuali, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

“Mereka berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan berekspresi, serta rasa aman untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Regulasi ini juga diperkuat oleh berbagai ketentuan nasional maupun internasional, termasuk Konvensi Hak Anak.

“Upaya kita tidak boleh berhenti pada pemahaman saja, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Kita perlu menciptakan ruang-ruang yang aman, inklusif, dan mendukung—baik di sekolah, lingkungan sosial, maupun layanan publik. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan orang tua, kita dapat membantu anak-anak penyandang disabilitas meraih masa depan yang lebih cerah,” jelas Rusli Moidady.

Bupati juga menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak penyandang disabilitas tanpa diskriminasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran tentang pentingnya inklusivitas dan empati, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik bagi mereka.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memprakarsai kegiatan sosialisasi ini. Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini menjadi awal dari terciptanya Kabupaten Banggai Kepulauan yang ramah anak, inklusif, dan berkeadilan,” tutupnya. (VR)