Kabar duka sontak menyelimuti kalangan musisi dan seniman di Kabupaten Tojo Una Una Sulawesi Tengah, bahkan masyarakat berduka dengan berpulangnya alumni Audisi LIda 2018 Indosiar Kamis malam 28 Agustus 2025.
Sejak almarhumah dirawat dirumah sakit Daerah Ampana, banyak masyarakat yang berkunjung mendoakan agar Hayanti bisa sembuh, tak luput Bupati Ilham Lawidu, SH menyempatkan waktunya untuk menjenguk Haryanti, akrab disapa Ece para kerabat dekatnya.
Namun Setelah berberapa hari dirawat diruang ICU tim dokter tak bisa menyelamatkan jiwa penyanyi yang bersuara merdu, yang melepaskan nafas terakhirnya malam jumat 28 Agustus 2025.
Catatan H. Sam Asiku

Hariyanti dengan bakatnya menyisahkan kenangan indah bagi kalangan musisi di Sulawesi Tengah, dengan kemampuan vokalnya yang luar biasa, dia telah mencuri hati banyak orang dengan membawakan lagu-lagu populer yang penuh perasaan.
Sebagai penyanyi muda Kabupaten Tojo Una Una berbakat, Haryanti telah menunjukkan kepiawaiannya dalam berbagai genre musik, termasuk musik pop dan Dangdut Indonesia.
Partisipasinya dalam audisi LIDA 2018 merupakan bukti kerja keras dan dedikasinya terhadap keahliannya.
Diketahui Pada musim pertama, Audisi LIDA 2018 kompetisi diadakan mulai Januari 2018 sampai Mei 2018.
Dengan jumlah total 170 duta dari 34 provinsi, dimana jumlah duta yaitu 5 duta untuk setiap provinsi.
Sejarah dipanggung musik, Haryanti berhasil mencapai 10 besar dari grup dua Liga Dangdut Indonesia (Lida) diperebutkan oleh Ayudia dari Jambi dan Haryanti dari Sulawesi Tengah saat itu. Detik-detik menegangkan terjadi Selasa malam (3/4/2018).
Liga Dangdut Indonesia dengan slogan “Seni Menyatukan” adalah sebuah ajang pencarian bakat penyanyi Dangdut di Indonesia, dimana perjuangan Hariyanti pemilik suara merdu dan khas, menjadi catatan dan perjuangan bagi masyarakat Sulawesi Tengah yang memberi dukungan dan suport sepenuhnya saat itu.
Namun semua itu hanya kenangan yang ditelan waktu. Selamat Jalan Haryanti. (samas)