KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Catatan Perjalanan Demokrasi Ketika Asap Hitam Hitam Mengepul Dari Pelataran DPRD Tojo Una Una

793
×

Catatan Perjalanan Demokrasi Ketika Asap Hitam Hitam Mengepul Dari Pelataran DPRD Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

Agenda demo melalui Aksi dan Orasi Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Touna yang menghadirkan ratusan orang hari ini, menjadi catatan sejarah  aksi masa  dalam perjalanan proses demokrasi dikabupaten Tojo Una Una berlangsung sesuai Ekspektasi  semua pihak. Tak ada kepanikan dan ancaman membuat suasana tetap kondusif diantara orasi tajam mengingit.

Demo hari ini, mencerminkan  kecerdasan dan kedewasan Mahasiswa tampil independent tak bersedia menerima bantuan meskipun air minum dan makanan dari pihak manapun, sejak star dari titik kumpul Kampus Malotong, menuju Kawasan perkantoran di Bumi Mas Kelurahan Uemalingku Kecamatan Ratolindo. Senin 1 September 2025.

Laporan : H. Sam Asiku

Pergerakan mahasiswa menjadi pilar utama dalam aksi demo itu, tak memberi cela sedikipun  bagi penyusup untuk melakukan provokasi yang bakal  menciderai perjuangan suci para Mahasiswa dan Rakyat Tojo Una Una.

Aksi mahasiswa melakukan aksi dan orasi, telah memnuhi ketentuan dan regulasi yang diamanatkan  Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, yang mengatur  hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Bertujuan mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab sebagai pelaksanaan hak asasi manusia.

Undang-Undang menjamin kebebasan berpendapat namun juga menetapkan tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban umum, kesatuan bangsa, serta moral dan etika. 

Perjalanan Aksi masa sempat berhenti didepan Mapolres Tojo Una Una beberapa menit melakukan orasi tentang isu nasional minta Kapolri dicopot serta  kritikan tajam terkait meninggalnya Almarhum Affan Siwanto Ojol yang tewas dilindas Mobil barakuda satuan brimob saat demo besar di ibu kota.

Perjalanan  masa aksi menuju kantor DPRD TojoUna Una, awalnya pintu gerbang rumah rakyat itu tertutup rapat, namun ketua dewan Gusnar Suleman memerintahkan agar pintu dibuka lebar  memberi jalan bagi peserta aksi, seiring hujan tercurah dari langit.

Ban mobil yang dipersiapkan masa aksi, dibakar sehingga asap hitam membumbung dihalaman Kantor DPRD Tojo Una Una yang dilingkari para aliansi Mahasiswa dan Rakyat Tojo Una Una.

Kobaran api mengisyaratkan tentang  semangat para mahasiswa dalam  melakukan aksi dan orasi, mereka adalah para sang penerus, kader-kader dan agen pembaharuan yang akan memberi angin segar untuk peningkatan kehidupan masyarakat yang mendiami Negeri SIvia Patuju.

Kendati hujan menguyur lebat, tak menjadi penghalang bagi  Bupati, ketua DPRD, Kajari Kapllres dan Dandim  serta masa aksi tetap  bertahan dalam curahan hujan yang merupakan rahmat dalam penyampaian aspirasi tersebut.

Namun aksi sempat terhenti, saat azan dari mushola DPRD berkumandang, para pejabat serta sebagian masa aksi melakukan sholat Zhohor bersama.

Orasi dilanjutkan setelah itu, sehingga pembacaan tutuan yang disampaikan Korlap Aldiansyah S. Lahiya.

Isi Tuntan Alinaci Mahasiswa dan Rakat Touna (AMARAH)

Terkait Isue nasional

Mendesak DPR RI mengesahkan UU Perampasan asset

Menolak kenaikan tunjangan DPR

Mendesak untuk mengevaluasi  Makan Gizi Gratis

Pemerintah diminta mengutamakan penerima manfaat dari pelosok hingga masyarakat dikota.

Mendesak pencopotan Kapolri dan

Mendesak untuk mengusut tuntas pelaku pembunuhan terhadap ojol Affan Kurniawan.

Sedang isu daerah

Mendesak pembangunan inprastruktur dan perbaikan jalan dikabupaten Tojo Una Una.

Bidang kesehatan evaluasi fasilitas dan pelayana kesehatan.

Bidang Pendidikan menyiapkan peningkatan fasilitas dan mutu serta pelayanan fasiltas Pendidikan kampus Tojo Una Una.

Menuntaskan persoalan Sekolah Dasar 14  Batampolo kelurahan Dondo kecamatan Ratolindo yang ditutup.

Mendesak Pemda mengusut tuntas fasilitas daerah yang makrak.

Mendesak DPRD Tojo Una Una untuk membuat perda tentang penjegahan perkawianan anak dibawah umur.

Mananggapi aspirasi yang disampaikan oleh beberapa koordinator aksi, disambut oleh ketua DPRD Gusnar Suleman, SE, MM yang didampingi wakil Ketua Jafar M Amin, SE, Rizal Panyili, SE, MAP serta sejumlah anggota dewan lainnya.

Diatas mobil komando aksi demo, Gunar berdiri disana dengan mikropon, mengingatkan beberapa tahun silam, Ia pernah melakoni sebagai orator berorasi demo saat masih duduk dibangku perkuliahan.

Ia menyambut baik kedatangan aksi masa, menurutnya penyampaian aspirasi sudah sesuai mekanisme dimana DPRD adalah penerima dan penyambung aspirasi baik horizontal dan vertical untuk ditindak lanjuti kepada pemangku kepentingan, apapun bentuk aspirasi sepanjang penyampaian itu dilakukan secara tertib.

Gusnar mengakui aksi demo hari ini adalah sebuah perjalanan demokrasi untuk menemukan arah perjuangan rakyat semata untuk kemasalahatan masyarakat dan daerah kabupaten  daerah Tojo Una Una,  kearah yang lebih baik dan menjanjikan.

Bupati diantara aksi demo tampil merespon tuntutan terhadap kebijakan pemerintah daerah, menurutnya adalah sesuatu yang patut diperjuangkan oleh siapapun termasuk aliansi Mahasiswa dan Rakyat Tojo Una Una (AMARAH)

Hari ini saya masih bersama ade-ade mahasiwa, dan saya menjadi bupati karena perjuangan masyarakat Tojo Una Una, “Apa yang disuarakan oleh masyarakat dan perserta aksi akan saya suarakan dan tindak lanjuti. “Ujarnya lantang.

Ilham Lawidu  menyampaikan, bahwa ia menjadi bupati adalah amanah yang tak harus dibanggakan.“satu ketika  jabatan itu akan berakhir atau dicabut oleh Allah SWT, sebagaimanan yang terjadi pada beberapa oknum pejabat dipusat yang telah menyakiti hati rakyat.”Ucap bupatimenimpali suara curahan hujan.

Bupati menyampaian dari apa yang menjadi tuntutan aksi Masa, akan direspon dengan baik, bahkan ia mengungkapkan beberapa program yang sedang dilakukan oleh Pemda Tojo Una Una, seperti perhatian pada dunia Pendidikan diantaranya pada pemerintahannya mengucurkan program Bimar.

“Saya sadari apa yang saya lakukan belum memberi arti” Ucap Bupati.

pada kesempatan itu Bupati mengungkap beberapa program pemerintah daerah, diantaranya perhatian pada  bidang kesehatan dengan membangun 40 unit Pusat Pelayanan Kesehatan masyarakat, serta memberi bantun pada  setiap rumah ibadah dengan nilai 100 juta.

Ditegaskan bupati, saran dan  masukkan aksi masa dan masyarakat Tojo Uan Una sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan  masyarakat.“Jangan kendor dengan perjuangan demi  untuk kepentingan masyarakat dan daerah ini” Tandas Bupati. (samas)