JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – PT Panca Amara Utama (PAU) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Banggai menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) di atas kapal, bertempat di ruang pertemuan Kantor Desa Moilong. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan sektor perikanan yang berorientasi pada konsep ekonomi biru.
Konsep ekonomi biru menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan nelayan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai dalam sambutannya menegaskan, program ini selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Banggai, yaitu “bergerak bersama berkelanjutan menuju gerbang timur Sulawesi Tengah.”
“Produksi perikanan tangkap dan budidaya terus meningkat setiap tahun. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang perikanan. Kami berterima kasih kepada PT PAU yang konsisten bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti 100 peserta, terdiri dari 70 nelayan dan 30 staf Dinas Perikanan. Narasumber berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang Gorontalo, Badan Pengendalian Mutu Banggai, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah. Seluruh peserta akan menerima sertifikat CPIB sebagai bukti kepatuhan terhadap standar mutu penanganan ikan.
Bupati Banggai dalam sambutannya menekankan pentingnya penanganan ikan yang baik agar harga tetap stabil di pasar.
“Insya Allah setelah sosialisasi ini, sertifikat CPIB bisa meningkatkan nilai jual ikan, terutama jika diekspor. Ke depan, kampung nelayan akan kita dirikan di Moilong. Investor sudah siap membangun cold storage berkapasitas 100–200 ton, dan nantinya akan ada bantuan kapal besar untuk kelompok nelayan,” ungkap Bupati.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan perikanan.
“Kita punya sawah, laut, dan banyak hasil alam. Tugas kita adalah melestarikan dan mengembangkannya agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, nelayan Banggai diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis penanganan ikan, tetapi juga lebih siap menghadapi persaingan pasar global dengan tetap menjaga kelestarian laut sebagai warisan generasi mendatang. (*)