JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Tanjung Api yang memiliki potensi, namun selama ini belum tergarap optimal, padahal keindahan dan keunikannya yang tersaji disana, adalah salah satu daya tarik wisata kelas dunia.
Tanjung Api dikenal dengan keunikannya, api abadi yang tak pernah padam keluar dari tanah, berpadu dengan panorama laut berwarna hijau tosca yang memikat. Ucap Dosen, Prodi Teknik Geologi, Universitas Tadulako Ir. Muslimim U. Botjing, S.T., M.T
Muslimin mengatakan, Potensi alam dikabupaten Tojo Una Una itu menjadi perhatian khusus dari tim dosen dan mahasiswa Universitas Tadulako melakukan kegiatan program Edukasi Geotrek Tanjung Api didesa Labuan Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una Una , Jumat 19 September 2025.

Foto Istimewa
Dijelaskan Muslimin, kolaborasi Tim Dosen Mahasiswa Universitas Tadulako dengan Dinas Parawisata Tojo Una una, mengemas kegiatan dalam bentuk Program Studi Teknik Geologi Fakultas Universitas Tadulako Palu dalam Skema Desiminasi Hasil Peneilitan yang bermitra Dengan Dinas Parawisata Kabuapten Tojo Una Una. Di Desa Labuan Jumat 19 September 2025.
Kegiatan yang mengangkat tema Edukasi Geotrek Tanjung Api sebagai salah satu Situs Geowisata di Kabuapten Tojo Una Una, tidak saja dihadiri tiga puluan peserta, namun di hadiri langsung oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una Una serta pemerintah Desa Labuan.
Dikatakan Muslimin, kegiatan Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk membuka wawasan masyarakat tentang nilai penting geowisata sekaligus mendorong upaya konservasi. “Program Studi Teknik pada intinya dirancang untuk membuka wawasan masyarakat tentang nilai penting geowisata sekaligus mendorong upaya konservasi.” Jelasnya.
Lebih jauh Muslimin menjelaskan pelaksanaan kegiatan, diantaranya Belajar dan Bergerak Bersama Warga yang diikuti 30 peserta terdiri dari komunitas penggiat wisata, masyarakat sekitar, kepala bidang dan staf Dinas Pariwisata. ”kegiatan adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui program studi Program Studi Teknik Geografi yang bertajuk Kawasan Tanjung Api di Kabupaten Tojo Una-Una.” Jelas Muslimin.
Para peserta kegiatan tidak hanya mendengarkan materi tentang geowisata, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan praktik lapangan. ”Sangat mengembirakan, ternyata hasilnya cukup baik, sekitar 80 persen peserta mengaku lebih paham tentang konsep geowisata dan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.”Imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut dari dari materi yang diberikan adalah membentuk satu kelompok pemandu wisata lokal yang siap mengenalkan Tanjung Api kepada para wisatawan.
Tidak berhenti di situ, tim juga menyerahkan papan informasi geowisata yang dipasang langsung di lokasi. Papan ini berisi penjelasan tentang keunikan geologi Tanjung Api, sehingga pengunjung bisa belajar sekaligus menikmati keindahan alam. Ujar Muslimin.
Ia mengambarkan capaian nyata dan harapan ke Depan, Keluaran dari kegiatan ini memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang potensi geowisata yang dimiliki kabupaten Tojo Una Una khususnya kawasan Tanjung Api serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, budaya, dan sumber daya alam yang menjadi penunjang keberlanjutan wisata.
Pembuatan dan Pembangunan jalur geologi terutama pada situs situs geologi yang berada pada daerah Tanjung Api dapat dilengkapi dengan papan informasi yang lebih lengkap serta penunjuk arah, dengan rekomendasi strategis yang akan disinergikan dengan pemerintah daerah. ”Harapan kami Tanjung Api bisa berkembang bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar alam terbuka dan sumber penghidupan masyarakat sekitar.” Ujar Muslimin optimis.
Pengabdian kepada masyarakat ini membuahkan hasil dan harapan, sinergi untuk masa depan.
Ditandaskan Muslimin, Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah bisa membawa perubahan nyata. ”Lebih dari sekadar wisata, Tanjung Api diharapkan menjadi contoh bagaimana potensi alam bisa dikelola dengan bijak, memberikan manfaat ekonomi, menambah wawasan, sekaligus menjaga warisan geologi agar tetap lestari untuk generasi mendatang.” Tutup Muslimin.(Sam Asiku)