Berita

Memastikan Eksistensi Petani Nilam  Di Kecamatan Ratolindo Tojo Una Una

2392
×

Memastikan Eksistensi Petani Nilam  Di Kecamatan Ratolindo Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID– TOJO UNA UNA, Sektor pertanian khususnya petani nilam cukup menjanjikan sebagai sumber pendapatan, apalagi  didukung usaha tungku penyulingan, seperti yang dilakoni   Rahman (45)  masyarakat di Desa Sumoli Kecamatan Ratolindo, saat ditemui ditempat usahanya Kamis 16 Oktober 2025.  

Bentangan Lahan Tanaman Nilam di Kecamatan Ratolindo

Sudah beberapa tahun ia jalani sebagai petani nilam sekaligus pemilik usaha penyulingan, hingga saat ini  masih tetap eksis.

Ia menjelaskan selain memiliki usaha tungku penyulingan, juga memiliki lahan yang cukup ditanami 3 ribu pohon nilam. Sekali penanaman dapat dipanen 2 sampai tiga kali, tergantung kondisi tanaman yang ada. “Sekali panen hasilnya sekitar 500 hingga 800 KG”jelasnya.

Namun fluktuasi harga cukup mempengaruhi pendapatan, mengembirakan harga minyak nilam  mencapai 2 jutaan per kilogram, namun  saat ini tinggal 630 ribu per kg.  Kendati demikian penyulingannya tetap jalan, melayani masyarakat sekitarnya.

Untuk usaha penyulingan ia mengatakan pernah memanfaatkan kompor berbahan baku oli bekas, namun tidak efisien karena biaya lebih tinggi, dibanding kayu bakar yang masih mudah diperoleh.

Menurut pengalamannya perolehan minyak nilam sangat ditentukan oleh kualitas nilam serta kondisi lahan yang ditanami.”kualitas Nilam yang bagus itu ditanam dilahan yang kering karena kadar air kurang” Jelasnya.

Hasil produksi penyulingan untuk 500 kg daun nilam kering, umumnya berada di kisaran 8 hingga 12,5 Kg bahkan mencapi 20 kg, jumlah itu bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor yang memengaruhi rendemen minyak.

Lazim di daerah ini proses penyulingan akan dilakukan setelah daun nilamnya dijemur diangin-anginkan sekitar 1 minggu  baru dicincing siap dalam  bentuk gaba  untuk disuling. “Ada juga yang mencincing dalam keaadaan  basah  tetapi menurutnya membutuhkan waktu lama , dibanding proses penyulingan gabah nilam yang kering hanya butuh waktu 12 Jam.” Jelas Rahman.

Usaha tungku penyulingan minyak nilam dijalaninya sudah beberapa tahun, sudah memiliki standar upah. Jika pemilik tungku menyiapkan kayu bakar, ia mendapatkan hasil Rp, 500 ribu sekali suling, demikian sebaliknya.

Usaha penyulingan itu masih terus beroperasi, karena terus melayani penyulingan nilam milik masyrakat disekitarnya. Tandasnya. (Sam Asiku)