PEMDA TOJO UNA-UNA

Bupati Pimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional ke 10  di Pesantren Bantuga

1204
×

Bupati Pimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional ke 10  di Pesantren Bantuga

Sebarkan artikel ini

Ilham Lawidu : Kami berkomitmen membangun masyarakat yang religius, maju, adil, dan sejahtera berbasis sektor unggulan yang berkelanjutan.

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Eksistensi proses belajar mengajar di Pesantren Bantuga Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una Una masih seperti biasa, dibuktikan dengan Bupati Tojo Una Una H. Ilham Lawidu, SH memimpin Apel Hari Santri Ke 10 yang dipusatkan di Ponpes Alkhiraat Bantuga, yang mengusung temamengawal indonesia merdeka menuju peradaban dunia.” Rabu, 22 Oktober 2025.

Bupati Tojo UnaUna Ilham Lawidu tak cukup memberi perhatian penuh kepada pembangunan rumah-rumah ibadah. Namun bupati ketiga itu berkomitmen untuk membangun masyarakat yang religius, maju, adil, dan sejahtera berbasis sektor unggulan yang berkelanjutan.

Pada peringatan itu bupati membacakan pidato Menteri Agama Prof. Dr. Kh. Nasaruddin Umar, M.A yang menekankan bebera hal penting meomentum peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025.

Dintaranya historis penetapan tanggal 22 oktober sebagai hari santri merujuk pada tercetusnya “resolusi jihad” kh. Hasyim asy’ari yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat ini bangsa indonesia telah merdeka, tak ada dentum meriam dan ancaman tembakan. Al itu adalah  nikmat agung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan di balik nikmat agung yang kita rasakan sekarang ini, ada darah para syuhada dan doa para ulama serta pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

 Tahun ini adalah 10 tahun peringatan hari santri sejak pertama kali ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2015. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Dalam rentang waktu itu, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan.

Kita tidak boleh lupa, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat pendidikan di nusantara, tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempah diri dalam akhlak dan karakter.

Dari pesantrenlah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

Dari rahim pesantren, lahir para tokoh besar bangsa ini, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin umat. Banyak alumni pesantren yang kini menjadi tokoh nasional, pejabat publik, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia. Bahkan, saat ini banyak santri yang sudah berkiprah di level internasional, membawa nama baik indonesia di kancah global.

Olehnya Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Negara indonesia memberi perhatian besar kepada pesantren. Sejak disahkannya undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren, negara menegaskan pengakuan dan penghargaan yang setara kepada pesantren sebagai lembaga yang khas indonesia.

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga telah menerbitkan peraturan presiden nomor 82 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren yang di dalamnya diatur dana abadi pesantren. Bahkan, di berbagai daerah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah menerbitkan perda pesantren sebagai wujud dukungan terhadap keberlangsungan pesantren di tingkat lokal.

Semua ini adalah bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jasa besar pesantren. Negara berhutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa.

Kita juga bersyukur bahwa saat ini pesantren ikut mersakan kebijakan Presiden RI, dilibatkan dalam berbagai program pemerintah, seperti program makan bergizi gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis (CKG).

Program cek kesehatan gratis merupakan program yang sangat bersejarah untuk pesantren, karena untuk pertama kalinya santri mendapatkan eek kesehatan gratis secara massal. Demikian pula dengan program makan bergizi gratis.

Pada momen yang berbahagia ini, kita patut menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, atas berbagai kebijakan dan program yang membawa dampak positif untuk bangsa indonesia, termasuk untuk pesantren dan santri.

Hari santri harus menjadi momentum kebangkitan santri indonesia. Dan santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri.

“jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.

Marilah kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.Tandas Bupati mengahiri sambutan Menteri Agama. (Sam Asiku)