KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Perjalanan Pemerintah Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una Una Jelang Bulan Ke Delapan 

695
×

Perjalanan Pemerintah Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una Una Jelang Bulan Ke Delapan 

Sebarkan artikel ini

Gusnar A. Suleman: Hingga hari ini, Harmoni usur Forkopimda Kabupaten Tojo Una Una tetap solid

Ketua DPRD Tojo Una Una Gusnar A. Sulemana, SE, MM  mengungkapkan harmonisasi antar lintas Lembaga yang tergabung dalam usur Forkopimda Kabupaten Tojo Una Una tetap  solid, adalah momentum mendorong pasangan Wakil Bupati dan Wakil bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu dan Hj. Surya, S.Sos, M.Si.  dapat menjalankan 21 program visi misi pemda Tojo Unauna 5 tahun kedepan.

Hingga hari ini,  kami dengan pihak eksekutif dan legislatif serta  pihak yudikatif tetap sejalan.” Ungkapnya Gusnar pekan Kemarin.

Catatan : H. Sam Asiku

Gusnar A. Sulemen trend dengan panggilan KUNI oleh para masyarakat Tojo UnaUna, adalah salah satu lokomotif Partai Golkar yang  memiliki gerbong Panjang, yang  ditumpangi konstituennya. Kemanapun berarah maka konstitennya akan mengikut serta.

Pada pertemuan pekan kemarin ia memulakan perbincangan, soal soal banyak hal tak luput  sorotannya terhadap perjalan pemerintahan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ilaham Lawidu, SH dan Hj. Surya, S.Sos, M.Si. .

Bahwa perjalanan pemerintahan Pasangan Ilham Lawidu dan Hj Surya yang  sudah mencapai tujuh bulanan, menurutnya  kebijakan mereka  dalam penataan pemerintahan belum  bergeser dari format visi misi  yang diusung pasangan itu.

Pada kesempatan itu Ia menjelaskan soal skema anggaran, program kabupaten kota dan provinsi diseluruh Indonesia harus menyesuaikan dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) bahwa visi misi yang dilaksanakan harus memiliki konektitas dan sinkronkan dengan RPD (rencana Penarikan Dana)  yang tertuang dalam RPJMD bupati dan wakil bupati, pelaksaaan programnya harus sesuai dengan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) dalam satu tahunan.

Dalam cermatannya sejauh ini sudah beberapa program yang sudah dijalan Pemerintah Daerah, diantaranya  bantuan pakaian gratis sekolah dari SD SMP dan  bantuan pembangunan rumah-rumah  ibadah. “tentunya program yang ada mengacu pada kondisi daerah, bahkan secara nasional para bupati, wali kota dan gubernur bersam para wakilnya, harus liner  dengan visi misi Presiden dan Wakil Presiden.

Ia menekankan Pemerintah daerah kabupaten dan kota  maupun provinsi  yang merupakan perpanjangan pemerintah pusat, harus menjalankan program nasional, seperti Makan gizi Gratis (MGB dan Sekolah Rakyat.

Meskipun demikian, program Nasional itu  tak harus mengabaikan visi misi bupati yang sudah dijanjikan kepada masyarakat.

ia mengingatkan visi misi Bupati yang dilaksanakan harus sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, berdasarkan tranferan pusat.Ucap Gusnar dengan bijak.

Peningkatan Anggaran Tahun 2026

Sebagai Ketua DPRD Tojo Una Una, ia belum bisa memastikan besaran anggaran apakah akan memperoleh kenaikan dari besaran APBD saat ini. Menurutnya besaran akhir anggaran skemanya dapat dilihat  tahun sebelumnya, sekitar 1,30 Milyar lebih. “apakah efisiensi dan Rekopusing yang menjadi kebijakan pemerintah pusat akan mempengaruhinya”ucap Gusnar.

Meskipun demikian ia menekankan pula, soal pelayan kebutuhan pelayanan masyarakat baik Pendidikan dan kesehatan dan hal-hal yang sangat prinsip dan sangat krusial yang menjadi beban pemerintah daerah tak bisa diabaikan.

Namun semua menjadi kebijakan Pemda Tojo Una Una harus dikoordinasi dengan pemerintah pusat, “pemerintah kabupaten kota bahkan pemerintah provinsi, kita sharing dengan pemerintah pusat” Ujarnya.

Ia menyatakan pentingnya keterbukaan dan transparasi terhadap proses pembiayaan terlepas dari pelaksanaan pembangunan fisik dan non fisik yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat harus kita laksanakan, karena merupakan pelayanan dasar.”Tegasnya.

Ia mensuport kepada Pemerintah Daerah didalam  menjalankan visi misi bupati dan wakil bupati, pak Ilham dan Ibu Suri  harus terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. “kami di DPRD mendukung sepenuhnya” Tegasnya.

Sikap itu  dilandasi UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. “Kami di DPRD menganggarkan program pemerintah yang benar-benar tututan pelayanan  masyarakat. Dan sebagai mitra  yang baik kami harus beriringan dan bersama untuk memenuhi kepentingan masyarakat, kami beri dukungan penuh. Jamin  Gusnar.

Ditanyakan soal penguatan APBD Tojo Una Una tahun 2026 apakah program kolaboratif dapat memperkuat Anggaran Daerah?

Bisa, sepanjang program pemerintah provinsi itu tidak akan mengganggu program pemerintah Kabupaten. Ia mencontohkan soal kewenangan dibidang Pendidikan untuk SMA menjadi kewenangan provinsi.

Ia meyakinkan serapan anggaran dapat tercapai melalui  shearing program, dimana transfer pemerintah provinsi merupakan penguatan APBD 2. “Untuk itu dibutuhkan  kerja sama yang baik antara pemkab dan pemprov.” Ujarnya menyemangati.

Terakhir ia menjejelaskan istimasi anggaran daerah, menurutnya DAU sudah dirumuskan sesuai  luas daerah dan jumlah penduduknya.(Sam Asiku)

 

 

,