DKISP BANGGAI

TEMBUS RP 2,19 TRILIUN, BANGGAI CATAT REKOR INVESTASI TERTINGGI

744
×

TEMBUS RP 2,19 TRILIUN, BANGGAI CATAT REKOR INVESTASI TERTINGGI

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, LUWUK – Kabupaten Banggai mencatatkan rekor baru sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi pada 2025. Berdasarkan data Online Single Submission (OSS) yang dilaporkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banggai, hingga September 2025, nilai investasi yang masuk telah menembus Rp2,19 triliun.

Bupati Banggai, Amirudin, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko bagi Pelaku Usaha Koperasi Merah Putih, Jumat (14/11/2025), di Estrella Hotel and Conference Center, Luwuk Selatan.

“Saya bersyukur, selama periode Januari hingga September, realisasi investasi yang berhasil kita bukukan telah mencapai angka yang belum pernah tercapai sebelumnya dalam sejarah Kabupaten Banggai,” ujar Bupati Amirudin.

Pada 2024, Kabupaten Banggai juga berhasil melampaui target investasi sebesar Rp800 miliar yang ditetapkan Kementerian BKPM. Realisasi capaian investasi mencapai 103 persen, dengan nilai Rp1,2 triliun, sekaligus menjadi yang tertinggi di Sulawesi Tengah.

“Nilai investasi itu terdistribusi ke dalam 2.489 proyek atau kegiatan usaha dan menyerap 1.694 lapangan kerja baru,” tambah Bupati Amirudin.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Banggai, Yunus L. Kurapa, mendorong pelaku usaha untuk lebih aktif menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) guna terus meningkatkan capaian investasi daerah.

Yunus menjelaskan bahwa proses perizinan usaha kini jauh lebih mudah dan tanpa biaya.

“Kami juga turun hingga ke desa-desa untuk melakukan pelayanan langsung,” ujar Yunus.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Bupati Amirudin meminta pengurus segera menetapkan jenis usaha koperasinya.

“Koperasi Merah Putih ini didukung penuh oleh pemerintah, baik dari segi pendanaan, fasilitas dan infrastruktur pendukung, maupun pelatihan. Karena itu, izinnya perlu dipersiapkan sejak sekarang,” tegasnya.

Ia meyakini, apabila KDKMP dikelola dengan baik, keberadaannya akan mampu menggerakkan roda perekonomian di desa dan kelurahan. (**)