KABUPATEN TOJO UNA-UNA

KESIAPAN PANITIA PERAYAAN MALAM KATUPAT KAYU KELOR

744
×

KESIAPAN PANITIA PERAYAAN MALAM KATUPAT KAYU KELOR

Sebarkan artikel ini

Direncanakan akan menghadirkan Gubernur Berasani DR. H. Anwar Hafid

 Perayaan Malam Ketupat (atau Lebaran Ketupat) adalah tradisi budaya dan keagamaan yang dirayakan masyarakat diIndonesia, umumnya seminggu setelah Idul Fitri (8 Syawal), tepatnya setelah umat Muslim menyelesaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal,

Seperti biasanya momentum perayaan tradisi religi, Malam Ketupat di Kayu Kelor Kelurahan  Dondo Barat Kecamatan Ratolindo Tojo Una Una Sulawesi tengah, dari tahun ketahun dilaksanakan, yang merupakan wahana untuk memelihara dan meningkatkan silaturahim kerukunan dan semangat kebersamaan masyarakat setempat yang direncanakan akan dihelat Sabtu 28 Maret 2026.

Laporan : H. Sam Asiku

Memastikan kegiatan itu, diperoleh dari hasil rapat yang dimotori Forum pemuda Kayukelor. (FPK) kelurahan Dondo Barat yang dihadiri Lurah Dondo Barat Hadijah, Sos, dilaksanakan tadi malam dimesjid Kayu kelor, menentapkan waktu dan tempat pelaksaaan kegiatan yang dipusatkan di Komplek Angkringan Ketapang keluarahan Dondo Barat.Minggu Malam 22 Maret 2026.

Hal itu dikuatkan pernyataan ketua Forum Komunikasi Kayu Kelor (FKK) Kelurahan Tojo Una Una yang diketuai Fadly Usman, S.Sos, bahwa pusat kegiatan di Fasiltas Remaja yang  baru dibangun oleh pemerintah Kelurahan, tinggal menambah panggung.

Pada tahun ini panitia pelaksaan menginisiasi acara itu tetap terlaksana dengan pembiayaan  mandiri masyarakat, yang didukungan dana pribadi Ibu Lurah.

“Tadinya bupati telah menjanjikan dukungan dana sebesar Rp. 50 juta, namun hasil konfirmasi terakhir anggaran itu nihil karena adanya  efisiensi anggaran..Ungkap Fadly.

Mamastikan  bantuan pemda Tojo Una Una  Kaban Keuangan dan Aset Daerah Tojo Una Una Dr. Rismanto Laide, ST, MM yang dimintai keterangan membenarkan bahwa anggaran itu tidak ada. “benar anggaran itu tidak ada” Ujarnya

Komitmen, kosisten dan kemandirian masyarakat ?

Kendati demikian tegas Fadly Usman, imbas dari keterbatasan anggaran adanya efisiensi tak menyurutkan niat dan rencana pelaksanaan, masyarakat Keluarahan Dondo Barat tetap konsisten melaksanakan kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun  ketahun. Kami memahami kondisi keuangan daerah” Ujar bijak.

Fadly menandaskan , akan mengundang Bupati dan unsur Forkopimda saja, karena keterbatasan dana, tidak seperti tahun lalu kami menghadirkan OPD dan pejabat lainnya.

Perayaan tradisi Malam Ketupat di Kayu Kelor, bukan sebatas seremonial namun menjadi ajang silaturahi masyarakat dalam meningkatan ukhuwa insania, dimana kegiatan tersebut menjadi destinasi religus yang mengundang banyak pengunjung lokal maupun luar daerah.

Kami sangat menghargai dan memberi apresiasi atas Komitemen Lurah Dondi Hadijah, S. Sos tetap bersama masyarakat dalam kondisi apapun, terutama dalam memberi dukungan dan spirit kepada masyarakat. “Alhamdulillah Ibu lurah membantu dana untuk pengadaan material bambiu dan tarpal 30 unit tenda,”Ungkap Fadly Usman.

Dikatakan Fadly Umar, panitia pelaksana memahami kondisi kekuangan daerah, namun bukan menjadi alasan bagi kami untuk tidak malaksanakan kegiatan yang digelar dari tahun ketahun oleh masyarakat.

“Secara mandiri masyarakat telah memperlihatkan kesiapan sejak awal Ramadan dengan pemasangan lampu sepanjang di jalan kelapa dan beberapa ruas jalan lainnya.”Kegiatan ini adalah komitmen bahwa masyarakat secara mandiri  terus bahu membahu, tanpa harus bergantung pada bantuan” tegas Fadly.

Terkait dengan kehadiran Gubernur Sulteng masih pada tahapan rencana, “kami masih menghubungi teman-teman di Palu” Jelas Fadly

Sementara  Samsul Bahri mengatakan, persiapan perayaan dilakukan sejak awal bulan suci Ramadan 1447. Puncak kegiatan adalah perayaan malam ketupat. Ini adalah ketegasan  komitmen kuat masyarakat yang perlu mendapat dorongan dari pemangku kebijakan di daerah ini.” Tandas Ulung panggilan akrabnya jurnalis itu.(samas)