DISDIKBUD BANGGAI

Disdikbud Banggai Angkat Kearifan Lokal, di Karnaval Budaya HUT Provinsi Sulteng Ke-62

687
×

Disdikbud Banggai Angkat Kearifan Lokal, di Karnaval Budaya HUT Provinsi Sulteng Ke-62

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai tampil impresif dalam gelaran Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke-62 tahun 2026, Senin (13/4/2026).

Berlokasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, kontingen Kabupaten Banggai yang tampil dengan nomor urut satu sukses menjalankan perannya sebagai peserta pembuka sekaligus menarik perhatian Gubernur, Wakil Gubernur, jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah, serta masyarakat yang memadati jalur utama parade.

FOTO: Perwakilan Disdikbud Banggai pada Karnaval Budaya Sulteng 2026.

Rombongan yang berkekuatan 40 personel ini dipimpin dan dilatih langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Banggai, Subrata Kalape, S.Sn., M.M.

Kehadiran rombongan semakin istimewa dengan keterlibatan tokoh adat Suku Andio, Istanto Bidja, yang berjalan bersama pemuda-pemudi Kecamatan Masama dalam balutan pakaian adat asli suku tersebut.

Fokus utama parade terletak pada sajian tarian Onsulen Kape yang dibawakan oleh gabungan pelajar Kabupaten Banggai yang tergabung dalam Komunitas Seni Rompong.

Onsulen Kape merupakan tarian tradisional yang merefleksikan penghormatan putri-putri Suku Andio dalam menyambut raja serta tamu-tamu kehormatan.

Keanggunan gerak tari ini semakin lengkap dengan kehadiran dua pasang kostum nasional bertema Burung Lainsama, satwa legenda yang melambangkan kesetiaan kepada Putri Mapaang dari Kerajaan Tompotika.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Kabid Kebudayaan Disdikbud Banggai, Subrata Kalape, menjelaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya daerah untuk memperkenalkan khazanah budaya Banggai di tingkat provinsi.

“Kami berupaya menampilkan identitas budaya Banggai, di mana pada karnaval tahun ini mengangkat Suku Andio dan sejarah Kerajaan Tompotika. Ini bukan sekadar parade, melainkan tanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai luhur agar tetap dikenal oleh masyarakat luas di tengah perkembangan zaman,” tutur Subrata.

Selain aspek pelestarian, Subrata juga menekankan pentingnya promosi potensi daerah melalui ajang tahunan seperti ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan generasi muda Masama dalam rombongan ini menjadi kunci keberlanjutan budaya.

“Harapan kami, melalui momentum ini, budaya Kabupaten Banggai semakin dikenal dan dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang unggul. Kami ingin generasi muda memiliki rasa bangga yang besar terhadap akar sejarah mereka sendiri,” tambahnya.

Penampilan yang memadukan tradisi tutur dan visual kostum yang megah ini pun berhasil menuai apresiasi positif dari panggung kehormatan yang diisi oleh Gubernur, Wakil Gubernur, serta jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah, sekaligus menegaskan komitmen Disdikbud Banggai dalam menjaga marwah kebudayaan daerah. (**)