Pemda Banggai

Wabup Banggai Buka Seminar Kajian Optimalisasi Potensi Lokal Pakan Ternak Tahun 2026

298
×

Wabup Banggai Buka Seminar Kajian Optimalisasi Potensi Lokal Pakan Ternak Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin, M.M, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Seminar Awal Kajian Identifikasi dan Optimalisasi Potensi Lokal Pakan Ternak di Kabupaten Banggai Tahun 2026, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan Universitas Brawijaya itu berlangsung di Ruang Rapat Kantor BRIDA Banggai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, tenaga ahli dan Ketua Tim Tenaga Pendukung dari Universitas Brawijaya, para pimpinan OPD, akademisi Unismuh Luwuk, Sekretaris KTNA Kabupaten Banggai, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banggai H. Furqanuddin mengatakan, kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam menghadirkan kebijakan pembangunan yang berbasis riset, data, dan inovasi.

“Pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademik agar setiap kebijakan yang dilahirkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan di lapangan,” ucapnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan ekonomi pedesaan.

Namun demikian, menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pengembangan peternakan adalah persoalan pakan ternak.

“Pakan ternak merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi peternakan. Ketika peternak masih bergantung pada pakan pabrikan yang harganya tinggi dan pasokannya tidak stabil, maka usaha peternakan rakyat akan sulit berkembang secara optimal,” ujarnya.

Olehnya itu, Wabup Furqanuddin memandang pelaksanaan kajian tersebut sangat penting dan mendesak. Ia berharap kajian itu dapat menghasilkan peta tematik dan basis data pakan ternak lokal yang nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan sektor peternakan secara lebih terukur dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Wabup Furqanuddin menegaskan bahwa pembangunan sektor peternakan ke depan harus diarahkan pada konsep kemandirian dan keberlanjutan.

“Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada sumber daya dari luar daerah apabila sebenarnya kita memiliki potensi lokal yang besar,” tutupnya. (**)