JURNALPOLRISULTENG.ID – MINA, Hari Tasyrik di Mina pada tahun 2026 bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah 1447 H. Berdasarkan kalender, jatuh pada hari Kamis, 28 Mei hingga Sabtu, 30 Mei 2026.
Hari Tasyrik adalah hari-hari makan dan minum, sehingga diharamkan untuk melakukan puasa.
Penyembelihan hewan qurban masih diperbolehkan hingga waktu Magrib pada hari Tasyrik terakhir (13 Zulhijah).

Dari tenda Mina Adha Wahab mengabarkan, rombongan Haji kloter 28 telah selesai molontar Jumrah sebagai rangkaian Nafar Awal di hari Tasryk pada tanggal 11 Dzulhijjah, yang dijadwalkan mulai pukul 06.00 dan selesai pada pukul 01.00 Waktu Madina. “Lontar Jumrah dihari pertama Rombongan Haji Cloter 28 telah terlaksana dengan baik ” Ujarnya Kamis, 28 Mei 2026.
Ia mengabarkan pula, rombongan 7 Gorontalo yang tergabung diKloter 28 melaksanakan rangkaian kegiatan di Mina dengan lancar, hanya saja beberapa Jamaah tidak sempat ikut disebabkan kondisi kesehatan, tetapi diwakili dengan Badal Lontar Jumrah oleh Ketua Rombongan dan beberpa orang Jamaah lainnya.” Jelas H. Adha Wahab.
Direncanakan Rombongannya akan kembali ke Makkah Tanggal 12 Zulhijah setelah melaksanakan lontar Jumrah di 3 tempat, yakni Ula,Wusta dan Aqabah.”Tutup H. Adha Wahab.

Dari beberapa sumber diperoleh rincian aktifitas dan ketentuan Hari Tasyrik di Mina
Jemaah haji melontar tiga jumrah setiap harinya, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.
Mabit (Bermalam), Jemaah wajib bermalam di tenda Mina selama hari-hari tersebut.
Nafar Awal & Nafar Tsani, Jamaah yang memilih Nafar Awal akan menyelesaikan lontar jumrah pada tanggal 12 Zulhijah dan meninggalkan Mina (menuju Makkah) sebelum matahari terbenam.
Sementara Jemaah yang memilih Nafar Tsani menyempurnakan lontar jumrah hingga tanggal 13 Zulhijah.
Melempar Jumrah dilakukan selama tiga hari di Mina, tepatnya pada hari-hari Ayyamut Tasyrik. Pada hari pertama, jemaah melempar Jumrahul Aqabah, yaitu Jumrah terbesar, sementara pada hari kedua dan ketiga, mereka melontar Jumrah Ula, Jumrah Wusta, dan Jumrah Aqabah. Jammah Haji diingatkan saat melontar agar dilakukan dengan benar, memastikan batu kerikil masuk atau mengenai area cekungan (marma) di bawah tiang tersebut.(H.Sam Asiku)
.