JURNALPOLRISULTENG.ID, MAKKAH – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya fase pemulangan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji Indonesia berlangsung lancar, aman, dan terkendali.
Ketua Rombongan Jemaah Haji Kabupaten Tojo Una Una H. Sudirman, M.Pd melaporkan dari Bandar Udara Internasional Madina, rombongan haji Kabupaten Tojo Una Una yang tergabung pada kloter 10 BPN akan diberangkatkan menuju Indonesia dan akan diterima secara resmi di debarkasi Balikpapan. Sabtu 20 Juni 2026,
“Sampai hari ini, kami sudah ada berada diBandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan baik.”Ujarnya

Menurutnya, seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar H. Sudirman, Sabtu 20 Juni 2026 pukul 8.30 waktu Arab Saudi.
“Kepatuhan terhadap ketentuan ini sangat membantu kelancaran pemeriksaan keamanan penerbangan, mempercepat proses penanganan bagasi, serta menghindari keterlambatan dalam proses keberangkatan,”imbuhnya

Kondisi Jemaah Sehat Walafiat
Ketua Rombongan Jemaah Haji Kabupaten Tojo Una-Una, H. Sudirman, M.Pd, mengonfirmasi bahwa seluruh anggotanya saat ini sudah berada di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz untuk proses boarding.
“Alhamdulillah, sampai hari ini, Sabtu 20 Juni 2026 pukul 08.30 Waktu Arab Saudi, kondisi 57 jemaah haji dalam keadaan sehat walafiat. Proses pemulangan berjalan sesuai rencana dan seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah aman dan nyaman,” ujar H. Sudirman.
Proses pemeriksaan di bandara berjalan ketat demi keselamatan penerbangan. Petugas mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan batas berat bagasi serta larangan membawa barang-barang terlarang di dalam kabin, termasuk air zamzam yang dimasukkan secara mandiri ke dalam koper.
Di akhir pesannya, H. Sudirman selaku petugas Penyelenggara Haji Daerah (PPHD)Kabupaten Tojo Una Una, menekankan, esensi ibadah haji justru baru dimulai setelah jemaah kembali ke lingkungan asal. Nilai-nilai kemabruran harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan akhlak, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.(H. Sam Asiku)