JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA UNA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tojo Una-Una mengajak seluruh jajaran ASN, Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah Negeri, serta para pemangku kepentingan untuk menyukseskan Program Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 2026. Program nasional yang mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” ini digelar untuk menyambut momentum Bulan Muharram 1448 Hijriah.
Ajakan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan Kepala Kantor Kemenag Tojo Una-Una Nomor 559/KK.22.11/3/BA.09/6/2026 tanggal 18 Juni 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI dan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Kemenag Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, S.Ag, MM, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai kemanusiaan dalam menyambut Tahun Baru Islam.
“Momentum Muharram merupakan saat yang tepat untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Melalui program ini, kita ingin menghadirkan kebahagiaan dan dukungan nyata bagi mereka,” ujar Syahruddin, Sabtu 20 Juni 2026.
Pihak Kemenag Tojo Una-Una menjadwalkan pengumpulan paket sembako dari seluruh satuan kerja, KUA, dan Madrasah Negeri pada tanggal 22 hingga 24 Juni 2026. Seluruh paket bantuan tersebut akan disalurkan secara serentak di tingkat nasional pada 25 Juni 2026, dengan pusat kegiatan kabupaten bertempat di Kantor Kemenag Tojo Una-Una.
Program Lebaran Yatim dan Disabilitas merupakan agenda nasional Kementerian Agama yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas melalui berbagai bentuk bantuan dan layanan sosial keagamaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi umat.
Syahruddin menambahkan bahwa keberhasilan program ini diukur dari tumbuhnya semangat gotong royong dan empati di tengah masyarakat, bukan sekadar jumlah bantuan materi. Ia berharap partisipasi aktif dari seluruh keluarga besar Kemenag membawa keberkahan bagi para penerima manfaat.(H.Sam Asiku)