PROGMAN KKN MAHASISWA UGM DI KEPULAUAN TOGEAN

Membawa Lentera Inovasi, 28 Mahasiswa UGM Siap Mengabdi di Jantung Kepulauan Togean

748
×

Membawa Lentera Inovasi, 28 Mahasiswa UGM Siap Mengabdi di Jantung Kepulauan Togean

Sebarkan artikel ini

Kepulauan Togean adalah mahakarya sunyi di jantung Teluk Tomini. Gugusan pulau zamrud yang berpadu dengan air sebening kristal, menyembunyikan keindahan bawah laut kelas dunia dan danau ubur-ubur purba. Di tempat di mana waktu seolah melambat, pesona alaminya menawarkan kedamaian sejati yang jarang terjamah dunia luar juga dijuluki sepotong surga dari langit menyimpan anugerahNya yang mengandrunginya.

Laporan : H. Sam Asiku

Langkah-langkah kaki muda dari Yogyakarta kini menapak di tanah subur Kepulauan Togean. Sebanyak 28 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gelombang II resmi memulai babak baru pengabdian mereka di Desa Lebiti, Kecamatan Togean, Senin 22 Juni 2026.

Kehadiran para intelektual muda dari kampus biru ini disambut hangat oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH, didampingi beberapa pejabat didesa Lebiti.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan sebuah momen penuh kebanggaan dan rasa syukur bagi masyarakat setempat.

Monetum kehadiran mahasiswa KKN UGM menjadi istimewa dan surprise kehadiran sosok Admin Lasimpala, S.Ip mantan wakill bupati Tojo Una Una adalah alumni Kampus berlogo Surya dengan sinarnya dan kartika bersegi lima warna kuning emas menjadi kebanggaan para almamaternya.

Ini adalah janji yang misteriusyang mengisahkan tentang waktu yang mempertemuakn senior dan para yuniornya yang datang Tanah Jawa.

Betapa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berlokasi di Bulaksumur, Yogyakarta, adalah universitas negeri dengan sejarah panjang. Kampus ini merupakan pusat ilmu pengetahuan, memiliki lingkungan yang indah, menghentak lamunan sesaat sang mantan wakil  bupati.

Titian Ilmu dari seberang

Bupati Ilham Lawidu tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyapa langsung para mahasiswa. Baginya, kehadiran rombongan KKN ini adalah sebuah kehormatan besar yang melintasi batas jarak geografis.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Sesuatu yang mungkin tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, dapat bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan mahasiswa UGM yang datang dari tempat sangat jauh untuk mengabdi di daerah kami,” ungkap Bupati Ilham dengan penuh ketulusan.

Menenun Gagasan di Tanah Kepulauan

Selama 50 hari ke depan, wilayah eksotis Togean akan menjadi laboratorium sosial sekaligus ruang bertumbuh bagi para mahasiswa. Mereka yang berasal dari berbagai disiplin ilmu ditantang untuk melebur dengan kearifan lokal.

Bupati Ilham berharap, kehadiran 28 mahasiswa ini mampu mengalirkan energi segar dan inovasi konkret bagi pembangunan berbasis potensi kepulauan.

“Kami berharap para mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat setempat, menggali potensi desa, serta memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” harapnya.

50 Hari Mengukir Cerita

Dipenghujung sambutan Bupati Ilham menitipkan pesan mendalam agar para mahasiswa mampu menyelami budaya lokal dan menjadikannya sebagai guru kehidupan yang berharga. Sinergi ini diharapkan melahirkan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga Togean.

“Manfaatkan waktu 50 hari ini dengan sebaik-baiknya. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, pelajari budaya lokal, dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga bagi masa depan,” pungkas Bupati. Kini, denyut pengabdian itu resmi dimulai di bawah langit Togean.(samas)