Pemda Morowali Utara

Perkuat Perlindungan Pekerja, Bupati Morowali Utara Matangkan Kerja Sama Strategis Dengan BPJS Ketenagakerjaan

525
×

Perkuat Perlindungan Pekerja, Bupati Morowali Utara Matangkan Kerja Sama Strategis Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus memperkuat komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat koordinasi tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Abraham Lahabato, Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan beserta jajaran, perwakilan Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku, serta sejumlah pejabat BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dipimpin langsung oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Ir. Musda Guntur, MM.

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Morowali Utara, termasuk penguatan kolaborasi dengan jaringan mitra keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) sebagai ujung tombak perluasan layanan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian dari tanggung jawab negara yang harus dapat dirasakan oleh seluruh pekerja tanpa terkecuali.

Menurutnya, pesatnya pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi di Morowali Utara, terutama pada sektor industri, pertambangan, perkebunan, dan usaha mikro, harus diimbangi dengan sistem perlindungan sosial yang kuat dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan bagi para pekerja. Kami ingin memastikan setiap pekerja di Morowali Utara memiliki rasa aman dalam bekerja karena terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dari manfaat program ini,” tegas Delis.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara akan mengoptimalkan peran agen PERISAI sebagai mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum tersentuh layanan, seperti petani, nelayan, pekerja rentan, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal di wilayah pedesaan.

“Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar memperluas jumlah peserta, tetapi membangun budaya perlindungan sosial di tengah masyarakat. Semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin kuat fondasi kesejahteraan keluarga dan semakin tangguh daerah menghadapi berbagai risiko sosial maupun ekonomi,” ujar Delis.

Selain memperkuat jaringan kepesertaan, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga akan melakukan harmonisasi regulasi daerah serta mengoptimalkan dukungan kebijakan dan penganggaran guna memastikan keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Optimalisasi kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan kepesertaan secara signifikan sekaligus mempercepat akses layanan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan BPJS Ketenagakerjaan juga dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya memperkuat sistem perlindungan sosial bagi pekerja sebagaimana diamanatkan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Melalui perluasan kepesertaan, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Ryo/MdAri)

 

*Apk