JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA UNA – Tuhan yang Maha Esa dan Maha Penyayang serta Maha Pengasih, menegaskan Allah menguji manusia dengan berbagai bentuk kesulitan seperti ketakutan, kelaparan, dan kekurangan, serta menjanjikan kabar gembira bagi orang yang sabar saat menghadapi musibah dengan mengucapkan, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.
Di tengah musibah kekeringan akibat kemarau panjang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tojo Una-Una bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama menggelar Shalat Istisqa massal di Lapangan Stamina, Ampana Kota, pada Jumat, 11 September 2026 pagi.

Ibadah yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut menjadi momentum sakral bagi ribuan warga untuk mengetuk pintu langit, memohon perlindungan dari dampak buruk kekeringan, sekaligus merefleksikan karakter peduli lingkungan di era modern.

KH Abdolah Lasawedi turut membacakan doa pada salat Istsqa
Sinergi Pemimpin dan Rakyat di Tengah Kemarau
Pelaksanaan shalat permohonan hujan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH Ketua DPRD Tojo Una Una Gusnar A. Sulaeman, SE, MM beserta jajaran pejabat Pemda, tokoh agama, dan masyarakat dari berbagai pelosok kota. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan kuatnya persatuan dan solidaritas warga dalam menghadapi ujian alam.
Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Stamina saat seluruh jemaah tertunduk dalam doa bersama. Mereka memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa berkah dan manfaat, serta menjauhkan daerah tersebut dari ancaman krisis air bersih dan gagal panen.
Momentum Peningkatan Takwa dan Karakter Peduli Lingkungan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una H. Muh. Syahruddin, S.Ag.,M.M, melalui media ini memberikan apresiasi yang tinggi kepada MUI, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat yang hadir secara sukarela.
Dalam penyampaiannya, kakankemang menekankan bahwa Shalat Istisqa bukan sekadar ritual meminta hujan, melainkan sebuah refleksi moral.
“Semoga ikhtiar dan doa kita bersama ini mendapat ridha Allah SWT dan segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan serta manfaat bagi masyarakat Tojo Una-Una. Momen ini juga menjadi pengingat penting untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan sekitar,” ujarnya.
Melalui aksi spiritual yang terintegrasi ini, masyarakat Tojo Una-Una tidak hanya menunjukkan ketahanan fisik dalam menghadapi kemarau, tetapi juga membuktikan kualitas karakter masyarakat yang religius, tangguh, dan sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.(H. Sam Asiku) Foto Hasbulah Lahay, Rahmawati Tane,Dok Kemenag