JURNALPOLRISULTENG.ID TOJO UNA UNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una memperkuat benteng pertahanan wilayah dari peredaran gelap narkotika melalui Rapat Sinergi Program Stakeholder pada Kawasan Rawan Narkoba. Kegiatan strategis ini diinisiasi untuk membangun kolaborasi lintas sektor yang kuat demi menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan aman dari bahaya narkoba. Kegiatan dilaksanakan Cape Regiuna, 14 Oktober 2026.

Sekdakab Tojo Una Una Alfian Matajeng, S.Pd,MAP saat memberi materi
Pintu Masuk Pemberdayaan Masyarakat
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd., M.A.P., mengapresiasi penuh agenda ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan gerbang utama dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Bumi Sivia Patuju.
Menurut Alfian, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat memberikan dampak positif, terutama dalam menekan kesulitan ekonomi. Langkah ini dinilai menjadi solusi efektif untuk meminimalkan pengaruh narkoba yang kian marak dan mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat saat ini.
“Kegiatan ini adalah pintu masuk BNN dalam soal pemberdayaan masyarakat,” ujar Alfian Matajeng.
Sinergi Lintas Sektor untuk Wilayah Bersinar

Rapat kerja yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala BNNK Tojo Una-Una, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd., ini berfokus pada penyamaan persepsi serta perumusan aksi nyata di lapangan. Keterlibatan aktif elemen pemerintah daerah hingga perangkat kelurahan menjadi kunci utama untuk memulihkan sekaligus mengintervensi zona-zona yang dikategorikan rawan peredaran narkotika.

DPPKUKM), Iwan Mohammad, S.T., M.T. saat memberi materi
Dalam pelaksanaannya, agenda kolaboratif ini menghadirkan dua narasumber utama:
- Sekda Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd., M.A.P.
- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM), Iwan Mohammad, S.T., M.T.
Keterlibatan dinas terkait seperti DPPKUKM mengindikasikan adanya komitmen nyata dalam menghadirkan program pemberdayaan alternatif. Strategi P4GN di Tojo Una-Una kini tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, melainkan juga menyentuh penguatan ketahanan ekonomi. Dengan mendorong masyarakat di kawasan rawan agar memiliki usaha yang produktif dan mandiri, mereka diharapkan tidak mudah tergiur oleh jaringan peredaran gelap narkoba.

Partisipasi Aktif Aparat Wilayah dan Masyarakat
Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang peserta ini mendapat dukungan penuh dari otoritas wilayah setempat. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Camat Ratolindo, Abdolah Kalengi, S.Pd., bersama sejumlah lurah serta perwakilan tokoh masyarakat.
Melalui kehadiran para pemangku wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan, program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) diproyeksikan dapat langsung menyentuh akar rumput. Kolaborasi solid ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tojo Una-Una untuk merapatkan barisan secara humanis dan berkelanjutan demi mengawal masa depan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan produktif.(H. Sam Asiku)