Masyarakat yang mendiami Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, memiliki ragam tradisi khas dan kearifan lokal yang kuat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Tradisi ini umumnya bertujuan untuk mempererat silaturahmi, membersihkan diri, dan meningkatkan spiritualitas.
Laporan : H. Sam Asiku
Sepekan lagi menyambut bulan suci Ramdhan 1447 H. nampak kesibukan masyarakat menyiapkan Gapura Lampu, dominan dikelurahan Dondo Barat dan Kelurahan Muara Toba Kecamatan Ratolindo.
Pasar Malam Ramadhan yang dikenal dengan pasar senggol, dipertengahan bulan Ramdahan akan digelar. Pemerintah daerah dibawah Kepemimpinan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ilham Lawidu dan Hj. Surya S.Sos, M.SI akan mengalokasikan tempat sebagai Kawasan aktivitas ekonomi dan sosial untuk memenuhi kebutuhan persiapan puasa, biasanya dipusatkan di Kelurahan Uentanaga bawah, Jalan Pesisir Pantai Kelurahan Uentanaga Kecamata Ampana Kota, kompleks pelabuhan Ampana.
Menjelang bulan Ramdhan tradisi ziarah kubur atau mengunjungi makam keluarga/leluhur umum dilakukan untuk mendoakan mereka sebelum memasuki bulan puasa, sebagai bagian dari refleksi diri dan penghormatan.
Pada bulan suci bagi umat islam, meningkatkan aktivitas keagamaan sangat terasa, seperti kegiatan tadarus Al-Qur’an dan tahsin di masjid-masjid, sering kali sudah dimulai atau meningkat intensitasnya menjelang Ramadhan.
Bulan suci Ramadhan di Negrei sivia patuju julukan bupaten Tojo Una Una, diwaktu petang hari diramaikan oleh masyarakat yang menjual berbagai Kuliner Tradisional untuk buka puasa.
Sesuai pemantauan media ini, sepekan lagi Bulan Suci Ramadhan mulai terlihat kesibukan masyarakat, dominan di kompleks kayu kelo (Badola) mulai membangun ornament gapura lampu menyemarakan malam-malam ramadhan yang penuh berkah,
Tradisi Malam Pasang Lampu (Tumbilo Tohe), Akan dimulakan sejak awal Ramadhan, bahkan saat ini sudah dilakukan uji coba menyalankan lampu yang beraneka warna, menciptakan kesyahduan malam dikota Ampana.

Ketua DPRD Tojo Una Una, Gusnar Suleman, SE, MM, telah melepas pawai 1000 , dari garis Star Lapangan Kelurahan Dondo Kecamatan Ratolindo dan fhinis di Taman JH. Kecamatan Ampana Kota,
Kegiatan pawai 1000 obor sebagai pertanda Ramdahan sudah tinggal menghitung hari. Selasa Malam 10 Februari 2026.
Ketua Dekab Tojo UnaUna mengungkap, pawai 1000 obor digagas oleh Federasi Panjat Tebing Tojo Una Una serta melibatkan 16 organisasi Mahasiswa dan organisasi Kemasyarakatan.
Ia menghimbau, momentum menyambut bulan suci, agar masyarakat bermohon kepada Allah, agar selalu dilimpahkan Rahmat dan Anugerah keafiatan dan kekuatan serta kesabaran.
Gusnar menyatakan, kedepan pawai obor akan digelar lebih akbar lagi, ia akan menyatukan seluruh pawai Obor di Tojo Una Una difokuskan disatu tempat. “ Kita tinggal sepakat dimana garis star dan fhinisnya” Ujarnya.
Disoal Pawai Menyambut Hari Raya Idul Fitiri 1447 H, ia berjanji akan mengkoordinasikan dengan Pemerintah daerah, MUI serta PHBI selaku pelaksana kegiatan.
Ia berjanji akan berupaya rute pawai akan melewati dibeberapa ruas jalan yang dipadati oleh masyarakat seperti kayu Kelo, yang beberapa waktu yang lalu tidak dimasukan dalam rute pawai. “Kami akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, MUI dan serta PHBI saat menentukan rute pawai, terutama dapat melalui kembali rute yang sebelumnya tidak dilewati. “Tegas Kuni sapaan Politisi Golkar, Tokoh yang handal dalam berorasi.

Sementara Kasi Humas Polres Tojo Una Una, Iptu Martono, terkait pelaksanaan Pawai 1000 Obor menjelaskan, bahwa satuan Polres Tojo Una-Una memberikan pengawalan terhadap pawai itu, yang disambut meriah sepanjang jalan di kota Ampana. Pada selasa malam 10 Febrari 2026.
Langkah yang diambil Polres Tojo Una Una untuk memastikan euforia masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tetap berjalan tertib dan kondusif.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut menempuh rute protokol, dimulai dari Lapangan Sepak Bola Kelurahan Dondo hingga berakhir di Kompleks Taman Jembatan Hayal (JH).
Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Yanna Djayawidya, SIK, MH., melalui Kasi Humas IPTU Martono, menegaskan bahwa prioritas utama kepolisian adalah menjamin keselamatan peserta sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Kami mengerahkan personel gabungan untuk mengawal jalannya pawai ini dari titik start hingga finish. Fokus utama kami adalah memastikan rute yang dilalui tetap aman dan tertib, serta tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya,” ujar IPTU Martono.
Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian tampak bersiaga di setiap persimpangan dan titik rawan kemacetan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. IPTU Martono juga menyampaikan pesan Kapolres yang mengapresiasi tingginya kedisiplinan para peserta selama di perjalanan.
“Pawai ini adalah wujud sukacita masyarakat. Kami bersyukur seluruh rangkaian acara, mulai dari wilayah Ratolindo hingga masuk ke Ampana Kota, berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ini membuktikan koordinasi antara panitia dan petugas di lapangan berjalan sangat baik,” (samas)