JURNALPOLRIRUSLTENG.ID – AMPANA, Kendati penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) belum memasuki tahapan, termasuk dikabupaten Tojo Una-Una.
Masih seusia ibu mengandung bayi, dan waktu 9 bulan bukan waktu yang lama, dalam berbenah diri, sehingga benar-benar siap manakala memasuki arena tarung Pilkada 2024 yang diprediksikan akan sengit dan bergengsi.
Kondisi hari ini, ibarat permukaan air yang tenang, namun dibawah mulai terasa arus dan riak, memicu analisa para elit politik.
Desas desus para pigur yang mulai muncul diantara diskusi ringan diwarung kopi maupun tempat yang asyik membahas issue tentang siapa para kandidat yang akan tampil pada kontestasi pilkada nanti Tojo Una-Una nanti.
Namun demikian ada 4 nama lagi treding Topik saat ini, siapakah mereka?

Samsurijal Labatjo Pengusaha Muda
Tak asing lagi diskusi tentang Samsurijal Labatjo, adalah salah satu pigur yang tampil berani mendeklarasikan diri sebagai calon bupati.
Kehadiran ijal sapaan akrabnya dikampung halaman akhir-akhir ini, terus melakukan konsolidasi dengan para pendukung dan simpatisan. Mengulangi deput yang pernah meraih kursi ketua DPRD Tojo Una-Una beberapa tahun silam.
Bahkan Ijal mengungkap sudah membentuk tim relawan di 12 kecamatan, laut maupun daratan kabupaten Tojo Una-Una.
Konsolidasi mengarah pada upaya memusatkan kekuatan (power full) dibalik kekuatan tim terdepannya, yang tak punya pilihan lain apalagi mundur, selain maju untuk meraih kemenangan.
Belum ada penjelasan partai yang akan mengusung Ijal, akan tetapi, nampak bayang-bayang salah satu partai besar melatari saat mengelar pengukuhan tim relawan dari arah barat kecamatan Tojo Barat hingga dataran bulan kecamatan Ampana Tete, serta 6 kecamatan diwilayah kepulauan, beberapa waktu yang lalu. Baliho “Ijal Bupatiku”, muda dilihat dimana-mana.

Ilham Lawidu, SH Politisi Partai Golkar
Pigur lain yang juga sedang hangat dibicarakan adalah sosok Ilham Lawidu SH, wakil bupati Kabupaten Tojo Una-Una saat ini.
Penampilan yang tenang , seakan belum memfokuskan dirinya pada pilkada, namun demikian Sinyalemen kesiapan dirinya maju pada pilkada Touna 2024, sejak partai Golkar yang dipimpinnya berhasil meraih 5 kursi di DPRD Tojo Una-Una.
Bendera kemenangan partai berlambang beringin menjadi catatan para pemangku partai Golkar baik di pusat maupun provinsi Sulteng.
Menaruh harapan kedepan untuk meraih prestasi lebih besar, yakni sebagai pemenang dalam pertarungan Pilkada Tojo Una-Una yang akan digelar bulan November 2024.
Banyak yang meyakini bahkan memastikan, Ilham Lawidu akan tampil dalam pilkada, jika mencermati terbit rekomendasi dari pemangku kepentingan partai Politik sebelum Pileg.
Memerintahkan seluruh kader Golkar yang memegang jabatan strategi dilembaga eksekutif maupun legistif, untuk memenangkan partai Golkar.
Dan harapan itu terjawab oleh Ilham Lawidu selaku ketua DPD 2 Partai Golkar Tojo Una-Una dapat meraih pemenangan Partai Golkar pada Pileg di Tojo Una-Una.
Sehingga banyak kalangan memprediksikan, posisi Partai Golkar dapat mengusung kandidat Bupati tanpa beban koalisi, dan Ilham Lawidu yang berpotensi besar yang akan direkomendir Partai Golkar.
Ilham Lawidu adalah titik fokus yang dijagokan partai Golkar. “Kerja keras itu tidak mungkin akan dinikmati orang lain” Ujar salah seorang politisi senior partai Golkar di Ampana Kota.

Dr. Hj. Sovianur Kure, SE, M.Si, Sekretaris Daerah Kab. Tojo Una-Una
Bidikan hangat lainnya dalam diskusi yang tajam, tentang pigur yang sedang berkarir dibirokrasi pemerintahan, bahkan isue santer majunya Sekdakab Tojo Una-Una , Dr. Hj. Sovianur Kure, SE, M.Si, dibahas banyak kalangan, hingga percakapan masyarakat akar rumput, sangat berpotensi maju pada Pilkada Tojo Una-Una.
Sang Doktor adalah sosok yang mendapat simpatik dari beberapa partai politik dan para tokoh masyarakat, berharap Hj Oya sapaan akrabnya, akan tampil dalam bursa calon bupati Tojo Una-Una.
Konon dalam perjalanan dinasnya kekepulauan Togean, masyarakat mengharapkan kedatangan Hj. Oya panggilan akrab sekda, ” Mudah-mudahan kunjungan ibu Sekda ke kepuluaan dimasa akan datang sudah terpasang logo Garuda” Ujar salah satu tokoh masyarakat Kepulauan Togean.
Apakah ini sebatas canda atau harapan ?
Namun melihat antusias banyak kalangan, hal ini menjadi motivasi bagi Hj. Oya mulai berpikir atas desakan kuat buatnya untuk bertarung dipilkada Tojo Una-Una.
DR Sovianur Kure, SE, M.Si, dinilai paripurna setelah berada dijabatan puncak sebagai sekretaris daerah.
Tak ada keraguan melihat kepiyawainya menata keuangan dan pemanfaat anggaran yang mengutamakan efisensi tepat sasaran. Ramah dalam pelayanan, tegas dalam memimpin.
Kendati demikian, hingga hari ini, HJ. Sovianur Kure masih belum memberi jawaban pasti karena sedang konsen pada jabatannya sekertaris daerah yang dimanatkan pada dirinya.

Imam Kuniawan Lahay, SE Politisi Partai PPP
Tokoh Muda yang mendapat sorotan kuat adalah Imam Kurniawan Lahay, SE akan melenggang kembali ke kursi DPRD Sulteng dibawah bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bonny panggilan akrabnya, memiliki pendukung yang militan, dipastikan maju pada pilkada Tojo Una-Una dan telah membuktikan dirinya pada Pileg yang baru saja berlalu, dapat meraup suara signifikan, tiket mahal buat politisi muda itu, kembali ke kursi DPRD Provinsi Sulteng.
Jiwa petarung warisan sang ayahanda tercintanya menjadi hitungan tersendiri, bagi lawan politiknya.?
Debat soal Partai Pengusung
Setelah Nampak 4 pigur yang menjadi wacana politik selama ini, juga tak luput soal partai pengusung menjadi debat hangat para politisi.
Betapa partai sebagai tiket utama, yang akan mengantar dan memastikan para calon kandidat bupati benar-benar masuk sebagai kompetitor calon bupati pada pilkada 2024 nanti.
Masing-masing pigur memiliki kekuatan individual yang istimewa, hanya saja pembuktian kehandalan mereka, ketika sudah berdiri anggun diatas kanvas arena pilkada Tojo Una-Una 2024.
Hitung dan kalkulasi perlahan mulai memanaskan otak para pemikir yang selalu ingin unggul dalam hitungannya. Tentang partai dan koalisi yang memungkinkan dalam mengusung Kandidat Bupati nanti.
Diketahui ruang demokrasi setiap dentangan detik berubah, semua tahu dan paham didalam dunia politik tidak ada sahabat yang kekal selain kepentingan.(Sam Asiku)