Berita

Meminimalisir kesulitan di tanah haram

444
×

Meminimalisir kesulitan di tanah haram

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – Mekah, Pemerintah kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Republik Indonesia, terus mengevaluasi setiap penyelenggaraan haji dari tahun ketahun.

Kasus yang banyak terjadi adalah Jemah Calon Haji, sering tersesat, karena terpisah dari rombongan atau berinisiatif sendiri, seperti berbelanja dan melaksanakan ibadah di mesjid Haram.

Setelah tersesat, timbul kepanikan karena takut diculik atau kasus lainnya.

Hal ini akibat karena banyak mendengar cerita yang negatif.

Seharusnya dari tanah air para jemah calon haji, diberikan pembekalan, tatacara mengatasi, jika terpisah dengan kelompok atau tersesat.

Sepekan ditanah haram, kemungkinan tersesat, bisa saja terjadi, namun hal yang paling mudah adalah mengingat nomor bus yang melayani parah jemaah dari Dari mesjid Haram, semisalnya tempat hotel kami Dam Lamar bis No 21.

Kalaupun mencari terminal jiat untuk mobil menuju Dam Lamar Hotel, mengalami kesulitan, maka banyak petugas haji Indonesia tersebar dimana-mana dapat memberi bantuan informasi.

Petugas tidak banyak bertanya, cukup melihat ID Cart yang disiapkan Pemeritah Indonesia saat keberangkatan. Dapat mengetahui. No mobil. Hotel tempat jemaah  tinggal.

Petugas haji  Indonesia  tanpa dibatasi asal daerah,  akan memberi petunjuk dan melakukan pengawalan sehingga JCH bisa kembali ke Hotel atau bergabung kembali dengan para jemaah lainnya.

Di Tanah Haram, siapa saja tidak akan kehausan meskipun cuaca panas, suhu mencapai hingga 43 derajat.

Dibeberapa tempat dalam kawasan masjid haram, disiapkan air zam- zam yang dapat diminum sepuasnya tanpa dibatasi.

Pada manasik ditanah air, gelang yang dibagikan diembarkasi Balikpapan, jangan penah sekalipun bertukar, kendati dengan istri maupun dengan suami, karena seluruh informasi tentang setiap JCH lengkap registrasi sigelang itu.

Empat hari kami di Tanah suci penyelenggara haji Arab Saudi membagikan gelang dari kertas, yang tak muda rusak, intinya adalah data para Jch yang masuk ke Arab Saudi.

Banyak fasilitas dan kemudahan yang diperoleh yang disiapkan ditanah suci, seperti kamar hotel yang berkelas bintang, hanya hati-hati seluruh kran air dites dulu sebelum dipakai, kareana air disemua kran panas apalagi disiang yang terik.

Air zam-zam yang disiapkan hotel 2 lusin perorang ukuran 320 ml.

Sesuai ajuran petugas kesehatan agar konsumsi air sebanyak mungkin,”jangan takut banyak kencing” saran dr. Ria.

Fasiltas cuci pakaian tersedia, di lantai enam disiapkan 5 unit mesin cuci. Dapat dipakai bergantian, biasanya selesai sholat subuh aktifitas cuci mengaharuskan para jemaah antri.

Restoran hotel Dam Lamer dapat menampung ratusan jemaah. Sama halnya mushola yang lantau 3 dari lantai bawah.

3 unit lif yang dioperasikan  pihak hotel, tercantum lantai, mulia dari 6,5,4,3,2,1,=code musholah, Dan M= code ruang makan.

Makan ektra dipelataran hotel Dam Lamar, udah diperoleh menu makanan khas tanah air, seperti gado-gado, Bakso dan menu lain khas tanah air.

Namun yang diminati adalah Bajabu dan ikan Galapea tumbuk bekal para jemaah pecinta makanan pedis.

 

Pegiat media tidak mengalami kesulitan dengan tersedianya jaringan Wifi kafasitas yang besar.

Rasa kekeluargaan nampak pada saat berbagi makanan.

Dua minggu lagi akan akan terjadi pergeseran ke Armuzna, Arafah, Musdalifa, Mina.

Kemarin Ustadz Arsaq sdh memperkenalkan Armusna yang dirangkaikan dengan pengambilan miqod di masjid Ji’kirana, ketika jemaah melaksanakan umroh sunah.

Ustadz Arzak Dan hj. Oya, Hj. Muslima Pay  dan tim kesehatan dari Sulteng yang dikoordinir olh dr. Ria,  intens turun naik lift, sekedar kontrol dan mengingatkan   agar para jemaah memperhatikan kesehatan, karena hari Arafah adalah puncak haji yang membutuhkan kesiapan fisik yang prima.

Insya Allah semua para jemah haji dapat melalui seluruh proses rukun ibadah haji pada tahun ini 1445 H – 2024 M. (Sam Asiku)