Kabupaten BanggaiPENDIDIKAN

Bantuan KIT Disalurkan di 24 Kecamatan, Ribuan Orang Tua Murid Apresiasi Bupati, Wabup Dan Kadisdikbud Banggai

773
×

Bantuan KIT Disalurkan di 24 Kecamatan, Ribuan Orang Tua Murid Apresiasi Bupati, Wabup Dan Kadisdikbud Banggai

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG, BANGGAI – Program bantuan Kelengkapan Individual Terpadu (KIT) bagi siswa kurang mampu di Kabupaten Banggai mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Ribuan orang tua siswa menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Banggai, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), atas tersalurnya bantuan ini di 24 kecamatan.

Berdasarkan penelusuran media, banyak orang tua yang merasa terbantu dengan adanya program ini. Salah satunya, Harus Lasada (50), warga Desa Hunduhon, Kecamatan Luwuk Timur. Ia mengungkapkan bahwa selama ini anaknya, Salmia (12), belum pernah menerima bantuan serupa. Oleh karena itu, ia sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan KIT tahun ini.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala Dinas Pendidikan yang telah memberikan bantuan ini kepada anak-anak kami,” ujar Harus Lasada, Kamis (27/2/2025).

Hal senada juga disampaikan Hamriah Amuat, orang tua dari Azzahra, siswa kelas 3 SDN Hunduhon. Ia mengaku bantuan ini sangat membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.

“Semoga program ini terus berlanjut setiap tahun karena sangat membantu kami dalam menyekolahkan anak-anak,” harap Hamriah Amuat, seorang ibu rumah tangga.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Amirudin dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, melalui Disdikbud, telah menyalurkan sebanyak 2.023 paket KIT ke 24 kecamatan. Rinciannya, 300 penerima untuk jenjang PAUD/TK, 1.083 penerima untuk jenjang SD, dan 640 penerima untuk jenjang SMP.

Penyaluran bantuan ini dimulai pada Jumat, 21 Februari 2025, dengan distribusi awal di lima kecamatan, yaitu Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan, Lamala, Mantoh, dan Masama.

Program ini diharapkan dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan dan kesejahteraan siswa kurang mampu.*