Pemda Bangkep

Wabup Bangkep Serfi Kambey Hadiri Peluncuran Program Desa Wisata, Sinergi Mahasiswa, Pemda dan Masyarakat

664
×

Wabup Bangkep Serfi Kambey Hadiri Peluncuran Program Desa Wisata, Sinergi Mahasiswa, Pemda dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, Lukpanenteng – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis lingkungan. Komitmen tersebut tercermin dari kehadiran langsung Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, dalam peluncuran Program Kebersihan Lingkungan yang digagas oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara, pada Selasa (15/07/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Yayasan Pemerhati Lingkungan Suryani Mile, SH, Kasat POL PP Kabupaten Banggai Kepulauan Harry Suputra Nursin, S.STP., M.AP, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan dr. James Pinontoan, serta perwakilan Dinas Kominfo yang diwakili oleh Kepala Bidang IKP, dan Staf Protokol serta Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Banggai Kepulauan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mendorong kesadaran lingkungan serta mendukung kesiapan desa wisata dalam menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara. Desa Lukpanenteng dipilih sebagai lokasi kegiatan karena letaknya yang strategis di kawasan Danau Paisupok, salah satu destinasi wisata alam unggulan yang kini mulai dikenal luas hingga mancanegara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-UGM dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan serta pembangunan sektor pariwisata.

“Sejak 2018, kami sudah membicarakan pengembangan Danau Paisupok, bahkan saya pernah mendiskusikannya langsung bersama akademisi Dr. Adji Kusworo di Yogyakarta. Hari ini, kita menyaksikan bagaimana Paisupok telah menjelma menjadi magnet wisata dunia,” ujar Serfi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak bisa dipisahkan dari aspek kebersihan dan penataan lingkungan. Program seperti ini, menurutnya, merupakan bentuk kontribusi nyata dari generasi muda terhadap pembangunan daerah.

“Tidak perlu menunggu program besar. Yang terpenting adalah inisiatif nyata dan konsistensi, seperti yang dilakukan adik-adik mahasiswa hari ini,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN-UGM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan desa agar tetap bersih dan nyaman.

“Lukpanenteng adalah wajah pertama yang dilihat wisatawan. Karena itu, program ini kami anggap sebagai bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat akademik,” ungkapnya.

Direktur Yayasan Pemerhati Lingkungan, Suryani Mile, SH, juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar seremoni belaka.

“Kami tidak menunggu proyek atau anggaran. Kami datang karena peduli. Karena kami percaya, langkah kecil ini bisa menjadi awal perubahan besar dalam pengelolaan destinasi wisata,” tuturnya.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Desa Lukpanenteng, tidak hanya karena Danau Paisupok, tetapi juga kekayaan alam dan budaya lain yang bisa dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinas Pariwisata Banggai Kepulauan, dr. James Pinontoan, menambahkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Banggai Kepulauan mengalami peningkatan signifikan.

“Tahun 2023 kita menerima 500 wisatawan mancanegara, meningkat menjadi 1.902 orang pada 2024. Hingga pertengahan 2025, jumlahnya telah menyentuh angka 1.200 orang, dan sebagian besar dari mereka datang ke Paisupok,” jelasnya.

Menurut James, keberhasilan sektor pariwisata harus ditopang oleh tiga pilar utama, yakni kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian sosial budaya.

“Jika ketiga aspek ini mampu kita jaga, Lukpanenteng akan menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal secara nasional bahkan internasional,” tutupnya.

Acara ditutup dengan peresmian Kelompok Peduli Kebersihan Lingkungan yang diharapkan dapat menjadi mitra aktif pemerintah desa dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, sekaligus memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata yang ramah dan nyaman. (VR)