Waktu tak terasa saat berbincang dengan Politisi Golkar Gusnar Suleman SE, MM , kepiayawaian tak diragukan lagi dibantika perpolitikan di Negeri Sivia Patuju, takdir yang telah mengantarnya pada kursi Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una Una.
Satu jam bersama Gusnar Suleman menyelang sore Jumat 17 Oktober, cendrung membahas soal seputaran usaha pertanian dan perkebunan.
Berhadapan dengannya kali ini nyaris hilang karakter seorang politisi, nampak adalah karater petani sejati, menurut pengakuannya adalah warisan Ahmada Suleman, almarhum Ayahandanya, Paade adalah tokoh yang banyak dikenal di Kota Ampana.
Catatan Akhir Pekan : H. Sam Asiku

Gusnar memulai percakapan bahwa kabupaten Tojo Una Una sangat potensial untuk usaha penanaman berbagai komoditi untuk menambah pendapatan masyarakat.
Menurut hasil pengamatannya, masyarakat didaerah ini cendrung melakukan usaha tani maupun kebun masih mengandalkan kebiasaan tradisional.
“Sedang pesan almarhum bapak saya, jangan terburu-buru melakukan penanaman” Ujarnya
Namun bagaimana mempersiapkan pengolahan lahan yang baik, yang harus dimulai dengan pembajakan baik tradisional maupun mengunakan jonder. Setelah itu lahan itu dibiarkan selama 1 pekan, dan dilakukan kembali pembajakan kedua untuk memantapkan tingkat kegemburan tanah.
Tahapan berikutnya adalah pemupukan dasar, dapat mengunakan pupuk kandang atau pupuk kimia atau sejenis pupuk herbal yang mudah diperoleh di Toko Tani.
Menurut pengalamannya, ia mengunakan pupuk urea DP, sekarang ini sudah ada pupuk yang diremix jadi NPK, komposisi Natrium, Pospor dan Kalium.
“Itulah rahasia, kegemburan tanah 10 hingga 25 Cm menjadi penting dan harus diperhatikan”Jelas Gusnar.
Ia mengingatkan komoditi rica, Nilam bahkan jagung yang memiliki akar serabut, rentan terhadap kekerasan lapisan tanah lahan.
Menurut pegalamnnya, perlu mengetahui beberapa komoditi seperti nilam sangat manja dan rakus terhadap humus tanah.” Untuk itu kita perlu melibatkan orang lain untuk ikut bekarja mulai masa penanaman, pemeliharaan hingga masa panen nanti. “untuk tanah garapan 1 hektar, butuh 6 hingga 12 orang tenaga kerja.” Paparnya.

Namun demikian, ia memberi motivasi bagi masyarkat yang terbatas modalnya, agar tetap semangat bisa mengarap sendiri, namun jangan terlalu banyak. Dengan mempertimbangkan pada tingkat pemeliharaan gulma, jenis rumput yang sangat bandel ditangani.
Ia menyarankan idealnya untuk 1 rumah tangga dapat menanam 3000 sampai 5 pohon, sudah cukup untuk menambah pendapatan.
Ia mencontohkan penanaman nilam sebanyak 12 ribu pohon menghasilkan minyak sekitar 28 kg, yang berarti rata-rata 50 pohon Nilam menghasilan 1 KG minyak Nilam.
Masa penen Nilam dapat dilakukan hingga 3 kali, namun tergantung dari penerapan pola penamanan.
Ia mengingatkan faktor cuaca perlu menjadi perhatian, pada umumnya petani di kecamatan Raolindo dan sekitarnya, hanya mengharapkan curah hujan, berbeda dengan wilayah lain yang punya irigasi siklus penanaman dan penan dapat diatur.
Ia menyentil soal pola petani dikabupaten Tojo Una Una, tak bisa dipaksakan untuk penanaman komodoti tertentu, karena masyarakat sudah memiliki pengalaman dengan tanaman tertentu, seperti jagung dan komoditi sayur-sayuran.
”kita tidak bisa paksakan mereka untuk menanam komoditi tertentu, karena mereka cenderung pada kesukaan jenis tanaman, juga sudah tahu tata cara pola penamanan dan penangannya.” Ujar Gusnar.
Pada akhir pertemuan ketika suara azan Ashar berkumandang harus kami harus mengahiri perbincangan.
Ia menitipkan pesan agar seluruh petani tetap optimis dan konsisten dengan usahanya. “Daerah kita tercinta memiliki tanah yang subur yang membutuhkan keseriusan untuk pemamfaatannya” Tutup Gusnar Suleman.(samas)