Terbentuknya cabang Pro Jurnalis Media Siber (PJS) kabupaten Tojo Una Una adalah sebuah prestasi yang gemilang, pantut diancungi jempol atas upaya dan kerja keras, memulai dari titik nol hingga digelar pelantikan pengurus yang dihadiri para pejabat tinggi diantaranya bupati dan wakil bupati Tojo Una Una.
PJS Sebuah wadah dan menjadi rumah besar berkumpul para jurnalistik, terbentuk 20 tahunan kemudian setelah pemekaran kabupaten Tojo Una Una, diharapkan dapat berkiprah dan menjadi rumah besar pembinaan dan perlindungan para pewarta dalam melakukan tugas kewartawanannya.
Catatan : H, Sam Asiku
Kode etik Jurnalistik adalah norma yang menuntun pada koridor bagi para pewarta dalam melaksanakan profesi Jurnalistiknya diberbagai tugas kewartawanan.
Kebebasan Pers yang diamanatkan Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999, adalah regulasi tak hanya sebuah jaminan, namun mengisyaratkan hak dan kewajiban penyelenggara Pers yang diatur dalam pasal-pasalnya.
Perjuangan untuk membentuk Cabang JPS bukan hal yang mudah, namun partisipasi para panitia pelaksana bersambut baik dan dinilai sukses, dibuktikan dukungan sepenuhnya dari pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una Una yang telah memberi dukungan sejumlah dana untuk kemudahan penyelenggaraan Muscab Pertama dan Seminar, yang menghadirkan Ketua Dewan Pembina Pusat (DPP) Mahmud Marhaba pemberi materi tunggal tentang ilmu kewartawanan.
Berdirinya cabang PJS Tojo Una Una sudah menguras energi, dan telah terbayar dengan capaian terbentuk cabang dan terpenuhinya gelar seminar.
Diingatkan dibalik sukses akan selalu menghadang banyak ujian, kadang datangnya justru dalam internal organisasi. Kami mendoakan semoga tak ada kendala yang berarti meskipun ada, hanya sebatas menguji kehandalan dan sifat bijak ketua dan para pengurusnya.
Kedepan eksistensi organisasi perlu dipertahankan dan ditingkatkan, jalinan kerjas sama dan toleransi dalam kemitraan serta persahabatan menjadi penting dan jangan sampai dicederai, kita dituntut berjiwa seimbang.
Musyawarah adalah forum diskusi untuk pemecahan sesuatu yang mengganngu, demi menghidari perang urat syarat di media Sosial. Apapun alasan itu tidak etis karena membuka cela terhadap penilaian Cabang PJS yang ada. Ungapan pepatah “Kalah jadi arang menang jadi abu”.
Keberhasilan jangan sampai menciptakan euforia yang panjang, namun segera membuat lompatan jauh sebagai strategi yang dituangkan dalam program dalam penguatan organisasi, yang dapat memberi image terbaik.
Perlu kita sadari bersama, Lembaga Pers adalah salah satu Lembaga yang mengokohkan 4 pilar penyokong Demokrasi dinegara ini, selain Lembaga Yudikatif Eskeskutif maun legislative.
Adalah tantangan bangaimana Lembaga Pers, dapat mensejajarkan diri dalam kemintraan dan kolaborasi program dengan 3 lembaga lainnya, tentu harapan dan usaha harus dilakukan dan selalu mengedepankan sikap indenpeden dalam menjaga marwah agar Pers tetap sehat.
Sebuah kekuatan tidak selamanya ditentukan oleh kuantitas, namun sedikit tetapi terikat teguh dan terorganisir dengan baik, merupakan sebuah kekuatan besar bagi mereka yang bernaung pada Lembaga Pers. Meenjadi terukur manakala setiap insan pers selalu menjaga dedikasi dan perannya sebagai seorang jurnalitik yang bermartabat.
Insan pers didaerah ini, semoga mengatut manajerial kepemipinan yang selalu menciptakan ruang sejuk, mampu dan bijak mengakomodir saran pendapat yang konstruktif dari para pengurus dan anggotanya, betapa seorang jurnalistik adalah guru masyarakat. “Tidak sejalan bukan berarti disingkirkan” Semoga hal ini tidak terjadi, mengingat manusia tidak yang diciptakan sempurna.
Adalah alami jika terjadi silang pendapat atau kesalah pahaman, namun ikrar PJS adalah rumah kita telah dikumandangkan, perlu dijaga dengan arif jangan sampai ditinggalkan penghuninya secara perlahan.
Suasana kondusif damai dan kesejukan harus terus tercipta, kehadiran jiwa Pro Jurnalis Media Siber akan selalu tampil sebagai sebagai pengingat tentang dirumah besar itu, kita harus mampu menanggalkan ego dan kesombongan merasa selalu benar, menjadi indah jika selalu beradab dan memelihara tatakrama dalam melontarkan lisan.
PJS tidak saja butuh pengakuan, namun dituntut memberi kontribusi yang terukur sesuai ketentuan dan misi Pers yang mulia. Baik didalam melakukan kemitraan dan terlebih pada peran menjalin silaturahim dengan masyarakat yang diayomi.
Semoga niat dan langkah awal yang baik akan selalu menuju pada kesuksesan yang menjadi capaian bersama.
Salam hangat dan doa sukses untuk para pewarta dimana saja berada, semoga dedikasinya menjadi sebuah catatan pengabdian tulus, terutama para adindaku para pewarta di Negeri Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una Una, mohon dimaafkan tulisan ini bukan sebuah kritikan akan tetapi motivasi pengingat, sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pewarta kecil yang memiliki keterbatasan. Keterbatasan itu butuh bimbingan dari para senior dan ahli Per yang telah berdedikasi selama menjalani profesi kewartawan, kaya berpengalaman setelah melewati waktu yang tidak singkat. Selamat menyambut, Uji Kompetensi Wartawan 2025 di Kabupaten Tojo Una Una.