Pemda Banggai

Sekda Banggai Buka Pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik 2026

302
×

Sekda Banggai Buka Pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik 2026

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Bupati Banggai yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan pencanangan dan pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai ini berlangsung di Kantor Camat Luwuk Kota, Rabu (29/04/2026). Turut hadir Camat Luwuk beserta jajaran, Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Lurah Luwuk, Lurah Soho, Lurah Kaleke, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Luwuk, para agen statistik kelurahan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk, serta undangan lainnya.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 286 Tahun 2022 tentang Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cantik, ditetapkan sebanyak 685 desa/kelurahan/nagari sebagai lokasi pembinaan. Untuk tahun 2026, pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik di Kabupaten Banggai ditetapkan di Kelurahan Luwuk, Soho, dan Kaleke.

Kepala BPS Kabupaten Banggai, Mohamad Rivani, dalam laporannya menjelaskan bahwa program Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi, kesadaran, serta peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

“Desa tidak lagi hanya sebagai objek pembangunan, tetapi menjadi subjek sekaligus ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Banggai Ramli Tongko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Luwuk, Soho, dan Kaleke yang telah terpilih sebagai Kelurahan Cinta Statistik.

Ia menilai program tersebut memiliki manfaat besar, terutama dalam memetakan potensi yang dimiliki setiap desa atau kelurahan.

“Dengan adanya Desa Cinta Statistik, potensi wilayah dapat terpetakan dengan baik sehingga kebijakan yang diambil menjadi lebih terarah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar dilakukan pemetaan desa/kelurahan lain yang berpotensi untuk diusulkan dalam program tersebut, khususnya yang telah memiliki infrastruktur memadai, sehingga pengembangan potensi daerah dapat diukur secara optimal dan berkelanjutan. (**)