JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Tidak Lanjut Kerja Sama PB Alkhairat dengan pihak Off taker Agrifresh Tropical, soal sosialisasi Program Pengembangan Ekonomi Hijau berkelanjutan dalam topik “Penguatan Ketahanan pangan dan Rkonomi Hijau melalui pengembangan Kebun Buah Tropis premium Pisang Cavendish berkelanjutan Berbasis Kemitraan, saat ini terus ditindak lanjuti oleh pihak perusahaan.

Sosialisasi dengan petani di Tojo Una Una di Hotel Ananda
Ketua asosiasi Petani Pisang Candafish Kabupaten Tojo Una Una, Dr. Mahmud Lahay, SE, M.Si saat dimintai keterangan mengatakan, Bukti keseriusan perusahaan hari minggu kemarin 3 Mei 2026 melangsung meeting internal perusahaan, bahas hasil presentase ibu Rizky terkait rencana penanaman pisang cavendish di Tojo Una Una.
H. Mahmud Lahay mengungkapkan, Senin pagi sekitar pukul 10.oo wita, pihak Perusahan dalam hal ini Rizky Mardjani sudah ke Makasar untuk mematangkan kerja sama dengan pihak perbankan, Bank BPR Modern Makasan Ekspres Makasar. Ungkap H. Mahmud Lahay. Senin siang 4 Mei 2026.
Melalui media ini H. Mahmud Lahay mengajak kepada petani di Tojo Una Una, agar memamfaatkan peluang ekonomi tersebut, dimana penanaman Pisang Candefish cukup menyiapkan lahan minimal 0,25 Ha dengan durasi panen tak sampai setahun” Ujarnya.
Dijelaskan Dr H. Mahmud Lahay, Pisang Cavendish adalah tanaman agribisnis dan agroindustri yang sangat populer. Pisang ini merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, banyak dibudidayakan untuk pasar modern dan ekspor karena permintaan global yang tinggi.
Program ini akan membantu petani sejak a pengolahan serta jaminan harga tetap stabil, berdasarkan ikatan perjanjian dituangkan dalam akte notaris antara PB Alhairat dengan pihak perusahan, kedepan kontrak perusahan dengan pihak perbankan dan pihak perusahan dengan petani.Jelas Dr H Mahmud Lahay.
Lebih jauh ia menjelaskan kembali program penanaman pisang Cavendish di Sulawesi dilaksanakan di 3 Propvinsi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Sedang di Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi, Donggala, Tojo Una Una dan Banggai.
Ia menandaskan, bahwa peluang ini sangat baik, adanya jaminan dari pihak perusahaan akan membuka akses permodalan dengan pihak perbankan dengan Bank mitra berdasarkan PKS dengan pihak perusahaan.
Bahkan petani tidak perlu kuatir dengan soal pemasaran, pihak perusahaan memberi jaminan menjaga standar harga pembelian disaat panen melimpah maun panen normal berdasarkan kontrak yang akan ditanda tangani bersama antara pihak perusahaan dan Asosiasi melalui Notaris (Sam Asiku)