KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Syukuran Terbentuk Dinas Pemadam Kebakaran Dan Keselamatan Kabupaten Tojo Una Una

384
×

Syukuran Terbentuk Dinas Pemadam Kebakaran Dan Keselamatan Kabupaten Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

Ilham Lawidu: Berdirinya dinas Damkar tanpa melekat diopd lain  adalah tonggak sejarah kabupaten Tojo Una Una

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH didampingi wakil Bupati Hj. Surya, SE, M.Si beri sambutan pada syukuran terbentuknya dinas pemadam  Kebakaran dan keselamatan kabupaten Tojo Una Una, Berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tojo Una Una tak lagi menempel  pada  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Kegiatan digelar diKantor Damkar, Jumat Malam, 8 Mei 2026.

Dikatakan bupati pemadam kebakaran adalah cita citanya semasa remaja hingga berajak dewasa. Sehingga terwujudnya Dinas Pemadam Kebakaran dan keselamatan Tojo Una Una yang mandiri tanpa melekat di OPD lainnya, merupakan kebanggaan dan menjadi tonggak pertama dalam sejarah di daerah ini,  Sebelumnya Damkar masih melekatdi OPD lain.

Seperti diungkap Ilham Lawidu, tentang tekadnya untuk mewujudkan kemandirian dinas  pemadam kebakaran dan keselamatan. “Pemadam kebakaran adalah bagian dari cita-cita saya, sejak remaja beranjak dewasa, disaat remaja saya senang terlibat berbagai kegiatan sosial, selalu hadir dalam pertolongan musibah kebakaran walaupun hanya memegang ember.

Meskipun demikian, untuk mewujudkan kemandirian Dinas tersebut ia selaku pimpinanan daerah  banyak diperhadapkan dengan beberapa  kesulitan, namun itulah perjuangan untuk membentuk semangat kerja, kehadiran dinas Damkar hendaknya menjadi supermen yang dapat mengatasi semua persoalan   terkait dengan tugas dan fungsinya.

Bupati mengingatkan, kepada Kepala dinas dan jajarannya, bahwa Damkar disetiap kejadian musibah kebakaran hingga tingkat dunia menjadi pusat perhatian, semua kamera mengarah pada perjuangan menalukan api.

Dikatakan bupati, sejak terbentuknya kabupaten Tojo Una Una ia mengamati keberadaan Damkar yang masih melekat didinas lain hampir 90% banyak menuai sorotan negatif.

ia menegaskan dan memberi penguatan, dalam menghadapi efisiensi anggaran saat ini, kemadirian dinas dapat  dipertahankan dan diungkit lebih tinggi. “ Kita tak bisa gentar ataupun  mundur bahkan menyerah” Tegas bupati.

Bupati mengajak para petarung Dinas Damkar untuk tetap  menggelorakan  semboyan Damkar, “Pantang Pulang Sebelum Padam”“Semboyan legend paling terkenal dari sosok petugas pemadam kebakaran di Indonesia.

Semboyan yang melatari serta  memaknai, keberanian dan keteguhan Petugas tidak akan meninggalkan lokasi kebakaran sebelum api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman, meskipun harus bertaruh nyawa.

Sikap dan tindakan itu mewujudkan  dedikasi dalam  Menunjukkan semangat pantang menyerah dalam menanggulangi musibah, dapat dikatakan memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek yang menuntut peran penting  setiap individu Damkar  yang menyimpulkan “setiap masalah Damkar solusi”.

Untuk diketahui, dasar pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Indonesia berakar pada kebutuhan layanan dasar sub-urusan kebakaran yang diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Operasionalnya diperkuat dengan Permendagri Nomor 16 Tahun 2020 yang mengatur nomenklatur mandiri Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Menyahuti regulasi tersebut kadis Alfred Leonard Lanu, SH, MAP dalam laporannya, menyebut jumlah personil hingga saat ini 59 orang didominasi rektrutmen dari ASN PPPK. Ditunjang  dua kepala bidang yang sudah terisi dan masih beberapa bagian yang masih kosong. “dengan formasi yang ada kami telah melaksanakan kegiatan di dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan” Ungkapnya.

Selaku kepala dinas ia melakukan terobasan baik pada pemerintah pusat dan provinsi dalam uasaha meningkatkan unit kenderaan pendukung utama pemadam kebakaran serta sarana dan prasarana sampai pada Pakaian pemadam kebakaran (baju APD Damkar).

Untuk diketahui, APD sebagai pelindung diri khusus yang dirancang tahan api dan panas, umumnya berbahan Nomex atau Kevlar, dengan berat sekitar 5 kg yang bisa bertambah berat saat basah. Setelan ini terdiri dari jaket, celana, helm dengan visor, sarung tangan, dan sepatu tahan api.

Kegiatan syukuran dihadiri,Ketua DPRD Tojo Una Una Gusnar Suleman, SE, MM, Asisten Setdakab, Mohammad Asrar M.Ali, S.Ag., M.Pd.I – Asisten II Setda, Kepala Basarnas Tojo Una Una, Direktus RSUD,  dr. Maryam, M.Kes SpKK, dan para srikandi Damkar Tojo Una Una, serta undangan lainnya.   (Sam Asiku)