JURNALPOLRISULTENG.ID – MAKKAH, Setelah jemaah Haji melaksanakan Tawaf Qudum terus meningkatan kualitas ibadah di Tanah Haram. selain mendapat layanan Akomodasi, konsumsi Kesehatan Jemaah Haji di Makkah, tak luput bagi jemaah yang tergabung pada Kloter 10 BPN (Tojo Una Una, Palu, Sigi) di Hotel Al Fadhila 16 lantai, seperti dilaporkan ketua Rombongan H. Sudirman dari Makkah Selasa 12 Mei 2026 sekitar pukul 13.20 Waktu Arab Saudi atau pukul 18.20 WIT.
Petugas Haji Daerah Tojo Una Una tersebut Ia menjelaskan sistim Layanan kesehatan difokuskan melalui 40 klinik satelit di hotel dan sistem rujukan cepat (UCC) yang beroperasi 24 jam untuk menangani keluhan fisik akibat cuaca panas serta memantau kelompok risiko tinggi. Lebih lanjut, distribusi konsumsi diatur ketat tiga kali sehari untuk menjamin kualitas, sementara 1.500 tenaga medis dikerahkan untuk pelayanan proaktif.
Fokus Kesehatan, Penanganan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan ketidakstabilan tekanan darah yang sering dialami akibat cuaca panas.
Petugas kesehatan bekerja selama 70 hari di Tanah Suci untuk memastikan kesehatan jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M.Saat berita ditayangkan pukul 13.20 waktu Arab Saudi atau pukul 18,20 wita.
Pemerintah Indonesia memaksimasikan pelayanan akomodasi, konsumsi hingga layanan kesehatan langsung di area pemondokan, termasuk di hotel-hotel tempat jemaah menginap di Makkah, salah satunya melalui konsep klinik satelit.
Jemaah Haji asal Kabupaten Tojo Una Una Kloter 10 BPN Jemaah Haji Tojo Una Una, Kota Palu dan Kabupaten Sigi ditempatkan di Hotel Al Fadhila, bintang 3.
Hotel menyiapkan fasiltas mesin cuci pakaian, dapur umum pembagian konsumsi dan mushala yang dapat dimanfaatkan oleh Jmeah haji. “Layanan Kamar bintang 3, berpariasi diisi 5 atau orang jamaah.” Jelas H. Sudirman.
Poin Penting Layanan Kesehatan Haji 2026 Klinik Satelit/Sektor, sebanyak 40 klinik didirikan di Makkah dan 5 di Madinah untuk menangani kasus ringan-sedang secara cepat.
Sistem Urgent Care, KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) Makkah difokuskan pada tindakan cepat dan rujukan, tidak lagi rawat inap jangka panjang, dengan sistem rujukan terpadu ke rumah sakit Arab Saudi untuk kasus berat.
Skrining Istitaah Ketat, Pemeriksaan kesehatan wajib lolos sebelum pelunasan, terintegrasi dengan BPJS Kesehatan (JKN) untuk riwayat medis, dan skrining ketat untuk lansia/risiko tinggi.
Asuransi Kesehatan, Arab Saudi memperluas cakupan asuransi, khususnya untuk penyakit akibat panas ekstrem di Armuzna. Pengawasan Data, Penghapusan fitur edit data kesehatan mandiri pada aplikasi petugas daerah untuk memastikan data riil jemaah.
Layanan kesehatan beroperasi penuh 24 jam dengan ratusan tenaga kesehatan disiagakan di Makkah. Klinik Satelit “Jemput Bola”: Klinik kesehatan satelit disiagakan di hotel-hotel jemaah untuk mempercepat penanganan keluhan fisik, seperti batuk, kelelahan, dan hipertensi.
Tim Medis Siaga, Klinik satelit didukung oleh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan haji lainnya yang melakukan visitasi rutin ke kamar jemaah.
Fasilitas 24 Jam Klinik satelit beroperasi 24 jam untuk melayani jemaah, khususnya memantau lansia dan mereka dengan risiko kesehatan tinggi (risti).
“petugas petugas kesehatan begitu sigap bergerak cepat menangani setiap keluhan kesehatan jamaah, rujukan cepat” Ungkap H. Sudirman

Petugas Kesehatan rutin melakukan cek kesehatan para jammah prioritas Jamaah Lansia
Jika jemaah membutuhkan perawatan lebih intensif, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah siap menerima rujukan melalui sistem Urgent Care Center (UCC) yang didukung spesialis dan fasilitas laboratorium, atau merujuk ke RS Arab Saudi. Fokus Pencegahan, Pelayanan mencakup promotif dan preventif untuk memastikan jemaah tetap fit di tengah cuaca panas dan mobilitas tinggi.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah agar dapat beribadah dengan lancar tanpa harus segera pergi ke fasilitas kesehatan yang jauh dari hotel.
Sumber yang diperoleh media ini, Klinik Satelit & Hotel Klinik dibuka di dekat tower-tower pemondokan jemaah untuk akses cepat, didukung oleh tim dokter dan tenaga medis sektor. Tim Kesehatan Haji (TKHI/PPIH), Sebanyak 1.500 tenaga dokter dan medis dikerahkan, fokus pada penanganan jamaah risiko tinggi (lansia & komorbid).
Fasilitas Pendukung, Selain klinik satelit, layanan terintegrasi dengan 45 klinik kesehatan, serta kerja sama dengan Saudi German Hospital.
Layanan 24 Jam Tim medis melakukan kunjungan langsung ke kamar jemaah (visit to room) jika diperlukan.
Ketua Rombongan jamaah Haji Tojo Una Una, H. Sudirman SN melalui media ini menjelaskan soal layanan dan konsumsi kemas, didistribusi oleh para ketua regu kekamar jemaah.

Hotel AL Fadila adalah hotel bintang 3 dimana setiap jemaah menerima pembagian konsumsi yang didistribusikan oleh pihak petugas Haji Indonesia, melalui Karom dan Karu ,sehingga saat ini berjalan dengan baik dan lancar.
Adapun citarasa makanan sangat cocok untuk khas orang Indonesia”Ungkap H. Sudirman.

Konsumsi makan dijadwalkan untuk makan pagi diambil mulai jam 5 subuh dan batas maksimal jam 9, sedang untuk makan siang mulai jam 12 dan batas maksimal jam 16.00.
Makanan untuk malam hari mulai dibagikan mulai pukul 17.00 dengan batas waktu pukul 21.00 waktu arab saudi. Tandas H. Sudirman SN.(Sam Asiku)