JURNALPOLRISULTENG.ID – MINA, Dilaporkan H. Sudirman SN, M.Hi ketua Rombongan Haji Kabupaten Tojo Una Una, Kloter 10 BPN hingga hari ini para Jemaah telah tiba di Mina, semalam melintasi di Musdalifah. Rabu 27 Mei 2026, Pukul 12.05 WITa atau pukul 08.05 Waktu Arab Saudi.

Tenda di Mina Foto : Istimewa
Jarak antara Mina dan Makkah (Masjidil Haram) adalah sekitar 5 hingga 8 kilometer, tergantung pada titik keberangkatan dan rute yang dilalui.
Untuk konteks jarak lokasi penting lainnya di sekitar Makkah selama ibadah haji:
Mina ke Arafah: Sekitar 14 km
Mina ke Muzdalifah: Sekitar 5 – 10 km
Mina ke Jamarat (Tempat Lempar Jumrah): Sekitar 3 sampai 4 km

Mabit di Musdalifah Foto : H. Drs. Ferry Indra Sabu
Beberapa rangkaian ibadah haji utama dilakukan adalah Mabit dan melempar jumrah. Kedua aktivitas ini merupakan rangkaian wajib haji yang dilaksanakan selama Hari Tasyrik.
Secara rincian kegiatan Ibadah Haji di Mina dan waktu pelaksanaannya sebagai berikut:
Mabit (Bermalam): Jemaah menginap di tenda Mina pada malam 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Melontar Jumrah: Melempar batu kerikil ke tiga tiang (Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah) sebagai simbol melawan godaan setan.
Pada 10 Dzulhijjah kembali Melontar Jumrah Aqabah saja.
Dan pada Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah), Melontar ketiga jumrah tersebut secara berurutan.
Bagi jamaah yang ingin menyelesaikan rangkaian lebih cepat (Nafar Awal), mereka dapat meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah setelah melontar jumrah, jika tidak, jemaah melakukan Nafar Tsani dan meninggalkan Mina pada 13 Dzulhijjah.

Torowongan Mina Foto : Istimewa
Aktifitas melempar Jumrah, jemaah haji harus berjalan kaki melewati terowongan Mina menuju area Jamarat.
Pada umumnya Jamaah menempuh jarak sekitar 4, 5 Km dari tenda di Mina menuju Jamarat, yang seringkali mengharuskan mereka berjalan melalui lantai 3.
Dari beberapa sumber diperoleh keterangan tentang lintasan para jamaah menuju lokasi melontar jamrah akan melewati Torowongan Mina.
Pemerintah Arab Saudi melengkapi terowongan menuju Jamarat dengan fasilitas penyejuk udara (AC) untuk menjaga kenyamanan jamaah di tengah suhu yang panas.
Jalur satu arah terowongan diatur dengan sistem satu arah untuk mencegah penumpukan dan menjaga kelancaran arus jutaan jemaah.
Demikian juga pengaturan alur, Jemaah haji Indonesia biasanya akan diarahkan masuk melalui terowongan tertentu menuju area Jamarat lantai 3
Beberapa Tips keselamatan di dalam terowongan sebagai berikut:
Jangan panik dan tetap tenang, jika terjadi kepadatan atau kendala teknis (seperti lampu padam), tetaplah tenang dan bergerak perlahan bersama rombongan.
Merapat ke tembok, Jika merasa pusing atau lelah, menepi ke sisi dinding terowongan agar tidak mengganggu arus jalan jemaah lain.
Disarankan agar selalu bersama rombongan, berjalanlah berkelompok agar tidak terpisah dan mudah didampingi oleh petugas.
Laporan akhir dari Mina H. Sudirman, hingga saat ini Rombongan Haji Kabupaten Tojo Una Una sedang melaksanakan ibadah Melontar Jumrah. (Sam Asiku)