Pemda Banggai

Hari Lahir Pancasila 2026 di Banggai Berlangsung Khidmat, Wabup Bacakan Pesan Kepala BPIP

297
×

Hari Lahir Pancasila 2026 di Banggai Berlangsung Khidmat, Wabup Bacakan Pesan Kepala BPIP

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung dengan baik, lancar, sukses, dan penuh khidmat di pelataran Kantor Bupati Banggai, Bukit Halimun, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Banggai, unsur Forkopimda Banggai, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Staf Khusus Bupati Setda Banggai, para pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan, peserta upacara dari kalangan ASN, TNI/Polri, serta undangan lainnya. Senin, (01/06/2026).

Wakil Bupati Banggai, H. Furqanuddin, saat membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk membangkitkan nilai-nilai luhur Pancasila yang tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Pancasila juga menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

“Pancasila juga menjadi fondasi dari kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ujarnya.

Untuk itu, kata Wabup Furqanuddin, Indonesia terus berperan dalam memediasi konflik regional dan konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah sebagai ejawantah dari sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tuturnya.

Olehnya itu, melalui pidato Kepala BPIP RI yang dibacakannya, Wabup Furqanuddin mengajak para menteri dan kepala daerah untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan pada keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak kelompok terkecil, serta tidak membiarkan rakyat merasa ditinggalkan.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, bersatu karena semangat persatuan, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tutup Wabup Furqanuddin. (**)