KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Wabup Tojo Una-Una Tegaskan Efisiensi Anggaran Bukan Alasan ASN dan PPPK Malas Disiplin

408
×

Wabup Tojo Una-Una Tegaskan Efisiensi Anggaran Bukan Alasan ASN dan PPPK Malas Disiplin

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNAWakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos., M.Si., memberikan instruksi keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ia menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini tengah dihadapi oleh pemerintah daerah tidak boleh mengendurkan komitmen mental dan kedisiplinan pegawai dalam melayani masyarakat. Ucap Wabub saat memimpin  Apel Pagi Bersama dan NGIBAR (Ngisi Bareng) Data Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Bupati, Selasa 7 Juli 2026.

Menurut Wakil Bupati, kedisiplinan adalah modal dasar yang melekat pada integritas personal dan sama sekali tidak membutuhkan anggaran sepeser pun.

“Walaupun dalam kondisi efisiensi keuangan, disiplin tidak butuh anggaran. Yang kita butuhkan adalah komitmen, mental, menghargai waktu, dan menjaga integritas,” tegas Surya dalam arahannya.

Peringatan Keras Bagi PPPK: Kontrak Terancam Putus Jika Tidak Profesional

Secara khusus, Wakil Bupati memberikan sorotan tajam kepada tenaga PPPK agar bekerja secara profesional sesuai aturan dan kontrak kerja yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa status PPPK sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja tahunan. Jika ada pegawai yang tidak mematuhi jam kerja atau gagal menyelesaikan tugas sesuai target, pemerintah daerah tidak akan ragu untuk memutus kontrak kerja mereka.

Wabup juga mencontohkan pentingnya fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Ia mengkritik adanya pegawai pos pelayanan kebersihan (cleaning service) yang justru meminta fasilitas laptop dan ingin bekerja di bagian keuangan di luar tanggung jawab utamanya. Menurutnya, inovasi terbaik adalah bagaimana melakukan pekerjaan saat ini sebaik mungkin—seperti mendesain kantor bupati agar bersih dan indah—bukan malah menuntut di luar porsinya.

Sorotan Terhadap Etika Kerja dan Peran Kepala OPD

Dalam penyampaiannya yang lugas, Surya juga meminta para pegawai—khususnya perempuan—untuk mengubah mentalitas kerja yang tidak produktif.

“Kita butuh mental bertanggung jawab. Jangan hanya datang ke kantor dengan bibir merah, memperbaiki jilbab, lalu sibuk berfoto selfie sepanjang waktu tanpa kontribusi positif bagi lingkungan kerja,” ujarnya secara blak-blakan.

Guna memastikan produktivitas tetap terjaga, Wakil Bupati memerintahkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk:

  • Memberikan uraian tugas harian yang jelas kepada setiap tenaga PPPK.
  • Memantau hasil kerja nyata pegawai secara berkala setiap hari.
  • Membimbing PPPK agar bersikap rendah hati, menghargai waktu, jujur, serta tidak melawan instruksi Kepala Dinas.

Dipenghujung arahannya, Wakil Bupati menekankan adanya sinergi yang sehat di lingkungan Pemkab Tojo Una-Una. Tenaga PPPK dituntut untuk mampu berinovasi dan bersaing sehat dengan PNS senior, sementara PNS diwajibkan menjadi teladan yang baik bagi para pegawai kontrak yang baru bergabung.(H. Sam Asiku) Foto Istimewa