JPS,TOJO UNA-UNA – Sebuah langkah nyata untuk memerdekakan masyarakat dari keterisolasian infrastruktur terpotret jelas di Kecamatan Ulubongka. Dalam sebuah agenda krusial yang sarat akan semangat gotong royong, para pemangku kebijakan tertinggi dari tingkat provinsi hingga desa berkumpul bersama masyarakat dan tokoh adat setempat untuk menatap masa depan pembangunan daerah yang lebih cerah.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, bersama Ketua DPRD Tojo Una-Una, Gusnar A. Sulaeman didampingi Wakil Ketua Dprd Moh. Alhabsi.
Kehadiran pucuk pimpinan daerah ini menegaskan komitmen penuh pemerintah kabupaten untuk mengawal percepatan pembangunan yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat akar rumput. Gelar Sosialiasi dilaksanakan di Aula Desa Bongka koi Kamis 5 Nopember 2026.
Tak kalah penting, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, S.T., M.T., hadir langsung memboyong jajaran staf ahlinya. Kehadiran orang nomor satu di bidang infrastruktur jalan nasional wilayah Sulteng ini membawa angin segar sekaligus kepastian teknis bagi keberlanjutan intervensi pembangunan aksesibilitas di wilayah tersebut.
Adapun Nilai proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk ruas jalan Tampanombo – Watusongo hingga ruas Watusongo – Paranonge di Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah adalah sebesar sekitar Rp22 Miliar.
Proyek infrastruktur yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah ini difokuskan pada pengaspalan serta peningkatan struktur jalan guna mendukung konektivitas masyarakat dan sektor ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Turut mendampingi dalam rombongan, Kepala Dinas PUPR Tojo Una-Una, Moh. Aspan Supu, S.St, MT, dan Camat Ulubongka, Ilham Dg. Marola. Kehadiran mereka memperkuat koordinasi lintas sektor agar eksekusi program di lapangan berjalan tanpa hambatan.
Momentum ini terasa begitu hangat dan inklusif karena dihadiri langsung oleh 8 kepala desa di wilayah Ulubongka, serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. Duduk bersama dalam satu forum, masyarakat adat dan tokoh daerah memberikan restu sekaligus masukan berharga agar pembangunan yang berjalan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Pertemuan “turun gunung” ini menjadi simbol sinergi emas antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adat dalam merajut konektivitas, memacu roda ekonomi, dan menghadirkan keadilan sosial melalui infrastruktur jalan yang layak di Kabupaten Tojo Una-Una.
Pada momen penting itu Bupati menitipkan pesan penting, agar pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan tersebut dapat berjalan dengan mulus tanpa kendala saat pelaksanaan, terutama dalam pelebaran Daerah Milik Jalan (DMJ) (JPS)
