JPS, TOJO UNA-UNA – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Tanjung Api Ampana terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan keterbukaan informasi bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya transparansi, pihak manajemen bandara menegaskan masyarakat kini dapat mengakses saluran konsultasi, menyampaikan aspirasi, hingga memberikan laporan pengaduan secara mudah dan cepat. Hal ini disampaikan saat gelar Coffe Morning sebagai sarana Forum Konsultasi Publik di Refina Cafe, Kamis 5 Nopember 2026.

Kepala Kantor UPBU Kelas III Tanjung Api, Andi Ruslan, S.T., ditemui dikediamannya dikawasan Jalan Tanjung Kramat Kelurahan Dondo, menjelaskan Giat forum konsultasi publik yang dilaksanakan hari ini adalah untuk menyampaikan bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan saat ini dan membutuhkan koreksi, saran dan masukan dari stakeholder dalam rangka optimalisasi pelayanan publik di bandara tanjung api. “Terkait pengaduan kami tidak membahas dalam giat hari ini.” Ucap Andi Ruslan disampaikannya pada kegiatan di Café Regina, Kamis 5 Nopember 2026.
Lebih lanjut Andi Ruslan menjelaskan, bagi masyarakat atau pengguna jasa yang ingin melakukan konsultasi pelayanan, mengajukan pertanyaan, atau menyampaikan aspirasi terkait fasilitas operasional penerbangan, pihak bandara menyediakan saluran resmi digital. Saluran ini dapat diakses langsung melalui laman ‘Kritik & Saran’ pada portal resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Selain melalui kanal digital, Kantor UPBU Kelas III Tanjung Api yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, juga tetap membuka layanan koordinasi tatap muka secara langsung. Layanan fisik ini diperuntukkan bagi koordinasi teknis antar-instansi, pengurusan dokumen izin masuk area terbatas (Pas Bandara), serta konsultasi layanan regulasi penerbangan lainnya.
“Tujuan kami adalah mendapatkan umpan balik (feedback) dari pengguna transportasi udara mengenai pelayanan kami selama ini. Hal tersebut akan menjadi bahan koreksi di tingkat lapangan demi optimalisasi pelayanan,” ujar Andi Ruslan.

Menariknya, Andi Ruslan mengatakan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berkembang tidak hanya seputar soal pelayanan, melainkan juga mengarah pada strategi peningkatan frekuensi penerbangan. “Pada dasarnya, kami butuh kolaborasi yang baik, baik di internal bandara maupun bersama pihak pemerintah daerah,” tuturnya.
Sebagai langkah strategis, pihak bandara tengah menggagas komitmen bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pariwisata (DisPar) setempat. Ia pun tidak menampik besarnya dukungan dari pemerintah daerah selama ini.
“Selama ini pemerintah daerah sudah memberikan dukungan penuh (super full) untuk peningkatan frekuensi penerbangan, karena transportasi udara saat ini sudah bukan lagi sekadar keinginan, melainkan sebuah kebutuhan,” tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa penerbangan perintis di Bandara Tanjung Api yang awalnya beroperasi dua kali dalam seminggu, saat ini hanya berjalan satu kali dalam seminggu. Jadwal penerbangan tersebut bahkan dijadwalkan akan berakhir pada bulan November ini.
“Kondisi ini secepatnya kami diskusikan dengan pemerintah daerah melalui Dishub dan Dispar untuk mencari jalan keluar atau alternatif lain,” tandas Andi Ruslan.
Ia berharap, melalui keterbukaan akses informasi publik ini, manajemen Bandara Tanjung Api dapat terus bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan konektivitas udara yang aman, nyaman, dan selamat di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Tojo Una-Una. (JPS)
