KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Abd Fatah Mudo : Jangan ada polemik dikotomi dalam menentukan kandidat Bupati dan wakil bupati pada pilkada Tojo Una-Una 2024.

321
×

Abd Fatah Mudo : Jangan ada polemik dikotomi dalam menentukan kandidat Bupati dan wakil bupati pada pilkada Tojo Una-Una 2024.

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tojo Una-Una telah mengundang banyak komentar yang konstruktif dan bernilai edukasi. Adalah wujud akumulasi pendapat menghendaki kontestasi itu lebih berkualitas dan melahirkan pigur yang memberi jawaban pasti bagi  masa depan Tojo Una-Una,  dengan membawah angin segar, kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Politisi  Abd Fatah Mudo adalah  tokoh masyarakat Kepulauan menandaskan tidak perlu ada polemik menentukan pasangan kandidat Bupati dan wakil Bupati Tojo Una-Una pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) kedepan, karena masih ada agenda besar bagi masyarakat Kepulauan.  Ditandaskan saat ditemui di kediamannya jalan Kramat 2 kelurahan Dondo Kecamatan Ratolindo Tojo Una-Una Selasa (16/04/2024)

Menurut pengamatannnya, didalam Pilkada tidak terhindarkan banyak kepentingan dimainkan, namun  terlepas dari hal itu, beberapa bulan kedepan, masyarakat menghendaki figur yang memiliki rekam jejak,  yang menghampiri sempurna, rekam karya yang mumpuni serta rekam gagasan yang handal. Ucap Om Fatah sapaan akrabnya.

Ditegaskan mantan anggota DPRD Tojo Una-Una itu, dikotomi tak perlu lagi dimunculkan, sebab kepulauan  adalah bagian yang terpisahkan dengan daratan, kalaupun ada yang masih merasakan itu, menurut saya  hanya sebatas selera saja, kita tidak perlu terjebak soal rasa, sementara kepentingan  besar justru terlupakan.Ujarnya.

Menurutnya dikotomi bukan lagi isu yang trend diwacanakan, karena  masyarakat Kepulauan Togean masih ada agenda yang lebih besar untuk meraih  kemandirian.

Kepulaua Togean menginginkan Otonomi Daerah, berdirinya kabupaten Kepulauan Togean adalah urgen dan  menjadi harapan. “prioritas bagi kami di kepulauan.” Ungkapnya.

Dalam konteks pilkada Tojo Una-Una, siapapun yang terpilih menjadi bupati harus mampu memberi jawaban atas kebutuhan masyarakat, bagaimana membangun akses dan meningkatkan fasilitas sarana yang layak, sehingga masyarakat tidak memiliki hambatan pergi dan kembali ke kepulauan kapan saja.

”Ini adalah tantangan, sekaligus harapan jika kandidat terpilih nanti, mau berlaku adil terhadap masyarakat yang mendiami Tojo Una-Una, dapat menikmati keadilan.  Konsep  salah satu program yang harus dimiliki pasangan calon bupati, harus mampu menyikapi dan mengambil langkah, terhadap beberapa wilayah yang masih butuh perhatian dan sentuhan” Tekannya.

Om Fatah meyakini, pigur pasangan kadindat yang bakal bermunculan mengisi bursa kandidat bupati maupun wakil bupati, adalah putra-putri terbaik Tojo Una-Una.

Namun dari mereka yang terbaik ada yang spesial, adalah pigur yang memiliki kepekaan dan obsesi memprioritaskan pembangunan daerah diberbagai sektor, cepat dan tepat untuk  mensejahterakan masyarakat.

Empat priode kepemimpian di Tojo Una-Una menurutnya, adalah perjalanan yang panjang dalam mewarnai demokrasi harus lebih terarah pada nilai edukasitif politik yang seharusnya.

Dua puluh tahun adalah pengalaman yang panjang, perlu menjadi tanda bahwa politik transaksional justru menciderai demokrasi itu sendiri.

Demokrasi tidak memiliki wujud nyata, namun terus berproses dari waktu kewaktu, tentu menjadi harapan adanya konsep politik dari para elit, mampu melihat dengan jeli apa yang menjadi tujuan kontestasi 5 tahun sekali digelar.” Tiada lain adalah perubahan dan kesejahteraan masyarakat” Serunya.

Sangatlah tidak elok, jika syahwat politik,  justru tertuju saja pada soal kemenangan, lalu mengabaikan kepentingan yang lebih besar adalah amanah dalam memberi nilai penting untuk kemajuan daerah. disayangkan masih ada trik kotor dan tidak etis dalam berpolitik yang dimainkan,  justru mematahkan peluang banyak figur yang oke.

Hal ini  perlu menjadi koreksi karena akan merugikan masyarakat didaerah pemilihannya. “karena  hanya mempertegas,  kompetisi yang digelar sebagai pesta rakyat  hanya menampakan ambisi dan kekuasaan saja” Ucap Abd Fatah.

Semua sudah memahami, bahwa proses pilkada hanya sebatas gerbang saja,  yang akan dilalui pigur yang menjadi pemimpin di Tojo Una-Una. Namun hakekat keterpilihan adalah harapan sang pemimpin dituntut  mampu menerapkan  program dan gagasan ril untuk menciptakan perubahan, menjadi  daerah yang berdaya saing.

Tidak perlu konsep yang wah, cukup tiga sektor unggulan yang dimiliki   Tojo Una-Una menjadi titik fokus untuk digerakkan. Baik  Pertanian, perikanan dan parawisata, walaupun upaya itu tidak semudah  membalik telapak tangan.

“Harapan saya ditangan pemimpin yang berintegritas tinggi  dan kepiyawaian, serta amanah  dalam memenej, dapat mengubah kondisi daerah kearah yang lebih maju, dengan menatah SDA dan potensi lain yang dimiliki Tojo Una-Una,akan  mampu menciptakan multi nilai plus diberbagai sektor seperti  yang didambakan masyarakat.

Yaitu terbukanya lapangan kerja, meningkatnya hasil produksi sektor unggulan yang saya maksudkan, akan berdampak terciptanya pasar untuk mengangkat perekonomian secara berkeadilan. Tandasnya.

Diakhir pertemuan ketika dicecar siapa yang layak dari berbagai pigur yang diwacanakan. “Kita tunggu, pilkada itu bebas dan rahasia. Ujarnya Diplomatis. (Sam Asiku)