JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Target Seribu Kampung Nelayan di Indonesia adalah program startegi nasional dibawah kepempinan Presiden RI H. Prabowo Subianto, adalah titik harapan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tojo Una Una.
Ditengah efisien tak menyurutkan upaya pemerintah daerah, hingga mendapatkan mendapatkan APBN melalui program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dengan nilai anggaran sebesar 13 Miliyar.
Kampung nelayan utama di Kabupaten Toli-Toli adalah Desa Banagan, Kecamatan Dampal Utara adalah salah satu contoh, yang dibangun diwilayah pesisir, menjadi pusat perhatian setelah pemerintah menuntaskan pembangunan percontohan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lokasi tersebut.
Menyusul dua desa di Tojo UnaUna, yaitu Desa Podi kecamatan Tojo dan Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete yang dianggarkan sebesar Rp. 13 milyar Ungkap Kadis Perikanan Tajo Una Una, Hasan Basri saat ditemui dirunag kerjanaya Rabu, 13 Mei 2026.

Foto Istimewa
Dijelaskan Rahmat Basri S.Pi, .M.Si , Kampung nelayan merah putih (KNMP) bertujuan untuk mengoptimalkan potensi kelautan meningkatkan taraf kesejahteraan dan mendorong produktivitas masyarakat perikanan.
Program strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini akan mengubah pemukiman pesisir menjadi kawasan terpadu yang moderen dan berdaya saing dari hulu hingga hilir.
Menurutnya Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) adalah program strategis prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan membangun kawasan pesisir agar lebih maju, bersih, produktif, dan sejahtera dengan tetap menumbuhkan nilai nasionalisme.
Pada keterangannya yang lain, Fokus Utama Program KNMP adalah Infrastruktur & Fasilitas, Pembangunan atau revitalisasi sarana prasarana perumahan, sanitasi, dan fasilitas pendukung aktivitas perikanan di wilayah pesisir.
Ekonomi Biru: Penerapan strategi ekonomi biru untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong swasembada pangan (protein), dan mengentaskan kemiskinan nelayan.
Penguatan Kelembagaan: Pendampingan dan penyediaan akses pasar serta teknologi agar nelayan lebih berdaya saing.
Menurut Rahmad Basri dari dua desa yang ada desa Podi sudah final, sedang lokasi desa Tete B masih terkendali dengan kondisi lahan, ketika air pasang itu laut itu menutupi permukaan dasar lahan. Meskipun demikian pemda masih terus mengutamakan lokasi yang tepat.”sangat diharapkan partisipasi masyarakat, mereka yang memiliki lahan dapat menghibahkan ke Kementerian, dengan persyaratan yang harus dominan dibangun di sekitar masyarakat nelayan” jelas Rahmad Basri.
Disana akan dibangun sebuah kawasan yang terintergrasi, semuanya dilengkapi untuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat nelayan, terutama sangat mudah mendapatkan segala bentuk sarana prasarana.
Pada penghujung keterangannya, Rahmad Basri menandaskan, terkait dengan pembangunan dua kampung nelayan di Kabupaten Tojo Una Una, terbuka bagi mereka yang berminat untuk ikut dalam penawaran di kementerian.”perusahaan manapun dapat mengambil bagian sepanjang memenuhi persyaratan administrasi/legalitas dan persyaratan teknis/penawaran” Tandas (Sam Asiku)