Berita

Ancaman terhadap kekayaan SDA sektor parawisata Kabupaten Tojo Una-Una

543
×

Ancaman terhadap kekayaan SDA sektor parawisata Kabupaten Tojo Una-Una

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Tojo Una-Una adalah daerah otonom di Sulawesi Tengah, pemekaran kabupaten Poso, menyimpan potensi sumber daya alam (SDA) yang mengiurkan namun belum tersentuh dengan baik, mustahil  eks keresidenan Pembantu Bupati Ampana,  masyarakatnya akan merasakan dampak miskin, bahkan ekstrim.
Sementara predikat itu  berdasarkan indicatorpenilaian,  namun dengan mata telanjang terkesan kehidupan masyarakat dinegeri yang digelar Sivia Patuju,  masih dalam suasana tentram dalam aktifitas kesehariannya.

Catatan : Sam Asiku

Perlu dibanggakan dan diberi apresiasi karakteristik kehidupan masyarakat Tojo Una-Una yang religius dan selalu berfikir serius dan tenang, didalam menghadapi krisis ekonomi yang menglobal, yang ikut berdampak pada pertumbuhan ekonomi hingga kepelosok negeri ini.

Namun kondisi itu  justru itu membangkitkan sektor rill,  berawal dari gagasan individu, lahir dari swadaya masyarakat Tojo Una-Una, yang kedepannya butuh perhatian untuk penataannya.

Ampana Kota sebagai pintu gerbang parawisata Bahari Kepulauan Togean,  idealnya butuh sarana penujang  terhadap destinasi “parawisata utama” di kepulauan Togean.

Jika menelisik sistim tanrsportasi barang,  orang dan kenderaan, nah jalur yang normal transportasi laut adalah  Ampana Wakai.

Dan wakai sebagai jalur pembagi kesemua tujuan yang ada di Kawasan Kepuluan Togean yang terdiri 6 kecamatan.

Pergerakan  tranportasi perdagangan, barang dan orang lebih dominan mengarah ke kabupaten Banggai,  Ampana sebagai ibu kota  lebih pada urusan administrasi.

Ir. Moh. Zein Abdula, ST, IPM

Menjadi menarik diskusi bersama Ir. Moh. Zein Abdula, ST, IPM, tentang prosentase PDRB Sektor transportasi dan pergudangan tahun 2022 sebesar 2,58 % terhadap total perekonomian Tojo Una-Una. Bahwa Pertumbuhan 23,26 di Tahun 2022 karena armada angkutan darat tujuan Ampana – Morowali.

Kedepan perhatian sektor ini terkait koneksitivitas transportasi, infrastktur dan moda tranportasi, menjadi penting, guna mobilitas barang, orang dan kenderaan, sebagai penopang dan penunjang pertumbuhan ekonomi di Tojo Una-Una, juga dapat dikaitkan dengan sektor parawisata.

Terutama dalam mempersiapkan  obyek  arternatif kunjungan ke berbagai objek  wisata local, seperti air terjun di Tojo Barat, Arung Jeram,  di Sungai Bongka dan masih banyak keunikan alam Tojo Una-Una yang dipastikan menjadi pemicu kedatangan.

Sehingga para  wisatawan manca negara bisa  bertahan di Ampana Kota sebagai Ibu Kota Kabupaten, memberi sumbangsih dollar, baik pergi dan pulang dari Kepulauan kepulauanTogean.

Hal ini menjadi diskusi menarik, terkait  dengan potensi parawisata, sehingga  mengusik perhatian Ir. Moh. Zein Abdula, ST, IPM, tokoh mudah Sulteng yang lahir dan dibesarkan di Tojo Una-Una.

Kegelisahan yang memicu keinginannya. “Perjuangan hari ini adalah kekuatan masa depan” sebuah ungkapan tentang keseriusannya,  setelah melanglang buana melakoni dunia perencanaan dan konstruksi serta teknik penataan  lingkungan, bahkan ikut terlibat dalam beberapa rancangan perda Provinsi Sulteng,  yang berkaitan erat dengan pembangunan daerah Sulawesi Tengah.

Dikatakannya, “kekayaan itu bisa menjadi ancaman kalau tak tertangani dengan baik.” Ucapnya saat diskusi.

Suasana Riang anak kawasan kepulauan Togean

Perbicangan ini menarik dan penting dalam  mengupayakan dan mendorong sektor parawisata yang mengarah pada ekowisata, dan berkerlanjutan sebagai ruh dalam program pembangunan daerah. Jika menilik visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una, tentang parawisata menjadi sektor unggulan.

Ia memaparkan data dan informasi yang terpublikasi tentang kabupaten Tojo Una-Una dalam angka tahun 2023,  Bps Tojo Una-Una Jenis objek wisata Pantai 34 Tempat, Permandian – 7 Tempat  air terjun 5 Tempat , hutan = 7 kawasan Gunung Api 4 temapat dan agrowisata 1kawasan.

Sejatinya keragaman flora dan fauna , biota laut, budaya dan kekayaan alam yang dimiliki daerah ini, sehingga disebut jantung segitiga karang dunia (The heart Of Coral Triangle) bahkan menurutnya, tercatat 363 spesis tumbuhan melengkapi keragaman Tojo Una-Una yang tercatat di UNINESCO NATIONAL EDUKATIONAL SCEINTIFIC AND CULTUR ORAGANIZATION adalah Organisasi Pendidikan, keilmuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sehingga Tojo Una-Una menjadi destinasi ekowisata atau ekoturisme yang merupakan salah satu kegiatan yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Papar Moh. Zein

Terkait dengan apa yang dimiliki kabupaten Tojo Una-Una, membutuhkan  akses sarana dan prasarana untuk menjangkau objek yang sangat didambakan wisatawan dan ilmuan kelas dunia.

Kalau tidak, kita hanya pemilik tempat, tetapi etalase penjualannya berada didaerah tetangga yang mempersiapan diri mempersiapkan inprastruktur sarana dan prasarana sebagai pintu gerbang kedatangan ke wisata Bahari Kepulan Togean yang termasyur hingga manca negara.

Katakanlah kabupaten Pohuwato, dan kabupaten Bualemo yang berada diteras Teluk Tomini sudah memiliki pelabuhan laut dan udara yang kapan saja dapat dioperasikan.

Diketahui Kepulauan Togean memiliki banyak kelebihan dan keunikan, namun menuju kesana membutuhkan waktu berjam-jam.

Semisal Burung Hantu Togean yang menarik wisatawan atau ilmuan dunia, yang kemudian Jenis spesis itu dinamakan Minox Burhani Togean, menjadi luar biasa ketika  nama kades Burhan saat itu yang mengantar wisatawan dalam penelitian, diabadikan namanya dan diketahui dunia.

Bahkan  beberapa spot penyelaman sudah diberi nama oleh penyelam manca negara, ini secara tidak langsung terkonfirmasi kedunia parawisata, yang ikut menarik kedatangan ke kepulauan Togean.

Jarak dan waktu yang menjadi kendala kedatangan.

Diketahui Kedatangan turis yang sudah terjadwal dan tidak mau dipusingkan dengan perjalanan panjang yang membosankan, baik  dari Palu, Poso, maupun  kabupaten Banggai, butuh waktu berjam-jam, salah satu hambatan untuk kedatangan.

Butuh  gagasan  serta rancangan, untuk menyiasati  waktu dan jarak yang panjang agar  tidak terasa, manakala sepanjang perjalanan  sejak masuk desa Malei Tojo kecamatan Tojo Barat, merupakan   pintu masuk yang berada diperbatasan kabupaten Tojo Una-Una arah barat. Manakala  dilewati akan  menarik  bila, ada sesuatu   yang dilihat dan diteliti atau dinikmati.

Dipastikan kedatangan para turis bukan hanya sekedar berwisata,  namun ada misi penelitian, untuk kepentingan ilmia sebagai bingkisan mahal yang dibawah pulang kekampung halamannya.

Sehingga melestarikan lingkungan Kepulauan Togean sebagai destinasi wisata bahari menjadi kewajiban dan tanggung jawab semua pihak.

Keberadaan Balai Konsevasi TNKT Togean bekerja sama dengan Polairut Polres Tojo Una-Una, ikut memberi konstribusi  dalam upaya memproteksi kerusakan lingkungan, seperti kerusakan terumbu karang dan biota laut serta spesis langkah dikawasan itu, dari  tindak  oknum masyarakat yang melakukan praktek Ilegal Fishing dan Destructive fishing.

Etalase Informasi

Gagasan kedepan, perlunya  adanya etalasi informasi detail yang diperkuat pemandu yang dibiayai oleh APBD untuk mendongkrak parawisata  kabupaten Tojo Una-Una.

Idealnya detail informasi tentang destinasi di Kabupaten Tojo Una-Una secara utuh , sejak masuk di Negara  Indonesia perlu  dikelolah melalui sistim  digital dengan  penanganan  yang  professional, kerja bareng antara pemerintah kabupaten Provinsi dan pusat, melalui kewenangan masing-masing.

Dinas Parawisata kabupaten Tojo Una-Una, perlu mempertajam dalam memunculkan serta  mengemas kesenian dan budaya tradisional  dengan melibatkan pihak terkait yang berkompeten.

Harapan untuk memaksimalkan pertumbuhan dunia wisata dan kedatangan wisatawan, salah satu sektor  unggulan daerah ini.  (Ditulis Sam Asiku)