JURNALPORI SULTENG.ID – AMPANA, PJ Sekdakab Tojo Una Una Dr. Alimudin Mohamad, SE, M.Si bertempat diruang kerjanya, menerima 11 anggota komisi I DPRD Luwu Utara, yang dipimpin Ketua Komisi Hj. Megawati Jamil didampingi wakil ketuanya Sudirman Solamba, ST . Jumat, 17 Januari 2025.

Pertemuan itu dilanjutkan diruang rapat eksekutif kantor Bupati, bersama pejabat terkait, dimana PJ Sekda mengapresiasi kunjungan itu.
Menurutnya, kunjungan itu adalah pertanda baik, dan menjadi wahana bertukar informasi dan ilmu baik secara birokrasi maupun politik.
Ia berharap kunjungan seperti itu, bukan saja dari kabupaten Luwu Utara namun seluruh Kabupaten yang ada di Sulawesi, bahkan dari luar Sulawesi. Ujarnya.
Kehadiran anggota DPRD Luwu Utara di Tojo Una Una, memberi dampak positif dan kontrbusi bagi daerah, didalam mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan” sambut Pj Sekda.

Terkait dengan tujuan kunjungan itu, yang pada intinya berkonsultasi dan ingin melihat serta mengetahui proses kerja, mulai dari pembentukan hingga pada tahapan implementasi BLUD di RSUD Ampana, adalah langkah strategi yang menguntungkan kedua daerah. Ujar Alimudin Mohamad.
Sementara bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM melalui sambutan tertulisnya yang disampaikan PJ Sekda, mengawali dengan ucapan selamat datang dan mengapresiasi kedatangan angota DPRD Luwuk Utara.
“Kunjungan ini, merupakan kehormatan baik pemerintah daerah, dan merupakan langkah positif untuk memantapkan serta peningkatan mutu pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
Dikatakan bupati , BLUD adalah salah satu inovasi tata kelola keuangan yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
RSUD Ampana adalah badan layanan telah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta berupaya mengimplementasikan manajemen BLUD, untuk mendukung pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Terang bupati.

Bupati berharap, agar dialog dan diskusi serta konsultasi yang terbangun dalam pertemuan itu, dapat memberi nilai tambah dalam berbagi pengalaman.
Mohammad Lahay mengharapkan, kunjungan komisi I DPRD Luwu Utara, dapat memberi nilai manfaat yang nyata bagi pengembangan layanan kesehatan, baik bagi kabupaten Tojo Una Una Una, maupun kabupaten Luwu Utara, serta dapat mempererat hubungan yang baik, bagi kedua daerah” Tandas Bupati.

Sehubungan dengan BLUD, direktur RSUD Ampana dr. Niko menjelaskan, bahwa pengelolaan keuangan BLUD RSUD Ampana sudah dimulai sejak 1 Januari 2017, sesuai yang diamanatkan Permendagri, bahwa setiap rumah sakit daerah, sudah harus melakukan penerapan pengelolaan keuangan BLUD.
ia mengatakan, azas manfaat BLUD, unggul dalam hal fleksibilitas, “kami mengelola sendiri BLUD atas izin dari pemerintah daerah, yang porsinya dibagi menjadi 40% untuk jasa pelayanan dan operasional Rumah Sakit, serta kelancaran pengelolaan rumah sakit.
Ia mencontohkan pengelolaan keuangan, mulai dari penyiapan obat-obatan, makan minum pasien, pembelian bahan habis pakai pembayaran listrik air dan sebagainya. “dalam hal ini, kami hanya meloporkan kepada pemerintah daerah, tanpa harus menarik dari pemda atas pembiayaan itu.” Jelas Niko.
Lebih jauh dr. Niko mengatakan, management RSUD Ampana, menerapkan prinsip non profit, sejak 2017 dibebankan target penerima sebesar 23 miliar.
“Dari angka-angka yang ditargetkan sejak kepemimpinan saya beberapa waktu yang lalu, target pendapatan terus naik dan hingga saat ini, dari target pendapatan sebesar 45 miliyar, namun target itu terlampaui hingga mencapai angka 53 hingga 55 miliar.” Ujar dr. Niko
Ia berharap kedepan BLUD, mampu melakukan pembelanjaan modal untuk kebutuhan Rumah Sakit Ampana sendiri selaku Badan Layanan Umum Daerah. Tandas dr Niko. (Sam Asiku)