Polres Morut

Antisipasi Antrian Panjang dan Kelangkaan BBM Saat Mudik Lebaran, Polres Morowali Utara Gelar Sidak Ke SPBU

511
×

Antisipasi Antrian Panjang dan Kelangkaan BBM Saat Mudik Lebaran, Polres Morowali Utara Gelar Sidak Ke SPBU

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, MORUT – Meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) serta untuk mengantisipasi kelangkaan BBM seiring melonjaknya jumlah kendaraan yang akan melaksanakan mudik Lebaran, Polres Morowali Utara melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Morowali Utara, Minggu (15/3/2026).

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Morowali Utara, AKP Andi Yaser Abdullah Sutomo, S.Tr.K., S.I.K., M.H., didampingi Kanit II Tipidter Satreskrim Polres Morowali Utara, Ipda Suryanto Lawasa, S.H.

“Hari ini kami melaksanakan sidak ke SPBU yang ada di wilayah Kabupaten Morowali Utara sebagai tindak lanjut perintah Bapak Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini, S.I.K., dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan BBM selama mudik Lebaran serta mencegah terjadinya kelangkaan BBM,” ujar AKP Andi Yaser.

Ia menjelaskan, pihaknya juga menindaklanjuti banyaknya aduan masyarakat terkait aktivitas kendaraan yang melakukan pembelian BBM, seperti Pertalite dan solar bersubsidi, dalam jumlah berlebihan di SPBU.

“Kami menerima banyak aduan masyarakat terkait kendaraan yang membeli BBM subsidi secara berlebihan yang diduga menjadi peluang bisnis bagi sekelompok masyarakat untuk mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan sidak ini juga dilakukan untuk meminimalisir terjadinya antrian kendaraan di SPBU hingga ke badan jalan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penertiban terhadap sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk melansir BBM jenis Pertalite dan solar di beberapa SPBU di Kabupaten Morowali Utara.

“Adapun kendaraan yang kami temukan di lapangan yaitu kendaraan roda empat yang tangkinya telah dimodifikasi serta kendaraan roda dua yang didominasi motor Suzuki Thunder yang memang memiliki kapasitas tangki bahan bakar lebih besar dari kendaraan sejenisnya. Kendaraan tersebut kami temukan langsung di lapangan dan kemudian diamankan ke Mako Polres Morowali Utara,” terang Kasatreskrim.

Selanjutnya, para pemilik kendaraan diberikan imbauan, pemahaman, serta edukasi agar tidak lagi melakukan aktivitas serupa karena dapat merugikan masyarakat lain yang juga berhak mendapatkan BBM.

“Seluruhnya juga telah membuat surat pernyataan secara pribadi bahwa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” lanjutnya.

Petugas juga telah meminta keterangan dari pihak pengawas serta petugas nosel di SPBU terkait.

“Apabila ditemukan adanya penyimpangan atau tindak pidana, maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasatreskrim juga menyampaikan bahwa pihaknya memahami kebutuhan masyarakat terhadap BBM, terutama di wilayah yang jauh dari SPBU sehingga keberadaan pengecer BBM di daerah tersebut kerap membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi celah bisnis bagi oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan dengan menjual BBM secara eceran.

“Di lapangan kita sering melihat bahkan merasakan sendiri antrian panjang di SPBU yang diakibatkan oleh kendaraan pelansir BBM. Hal ini membuat pengendara lainnya harus ikut antri bersama pelansir untuk mendapatkan BBM bagi kendaraannya,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi persoalan yang cukup dilematis. Namun sebagai institusi Polri yang memiliki tugas melakukan pengawasan dan penertiban dalam penyaluran serta distribusi BBM subsidi, pihaknya tetap menjalankan tugas secara maksimal dengan mengedepankan pendekatan humanis serta edukasi kepada masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya tim Satgas Pengawasan BBM Subsidi dan Gas 3 Kg telah turun bersama personel kepolisian untuk melakukan pengawasan di lapangan. Hal tersebut juga diperkuat dengan Surat Telegram pimpinan Polri terkait optimalisasi pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM subsidi pemerintah serta gas LPG 3 Kg.

Di akhir keterangannya, masyarakat diimbau untuk tidak panik terkait ketersediaan BBM selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.

“Stok BBM kita mencukupi. Hal ini juga telah ditegaskan oleh pihak Pertamina saat dilaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam menghadapi Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Polres Morowali Utara,” pungkasnya. (Apk)