JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Bupati Tojo Una-Una di Wakili oleh Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahtraan rakyat, Pemda Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd, Mpd menghadiri Rapat Komite keamanan dan penanggulangan keadaan darurat serta Table Tol Air Emergency Exercise. Bertempat di Ruangan Rapat Gd, Administrasi UPBU Tanjung Api (EOC) Room. Rabu 8/05/2024.

Hadir pada kegiatan itu, Kapolres Tojo Una Una di Wakili oleh Kasat Samapta Polres Tojo Una Una AKP Kukuh Edy Purwanto.
Kadis Perhubungan dan lingkungan Hidup Moh. Idrus, ST, MT dan sejumlah undangan dari instansi terkait lainnya.
Kegiatan itu menghadirkan pemateri,Inspektur keamanan Bandara Yudhi Nugroho, yang disertai kasi Tarman dari Otorita keamanan Bandara Hasanudin.

Keterangan yang diperoleh dari Yudhi Nugroho, kegiatan ini untuk yang pertama kali dilaksanakan di bandara Tanjung Api Ampana. “kehadiran kami atas permintaan Otorita Bandara setempat” Jelasnya Yudhi Nugraha Rabu 8/5/2024.
Kepala bandara H. Muchtar, ST saat membuka kegiatan, mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih atas kesediaan para undangan yang merupakan pemangku kebijakan disatuan kerja, maupun lembaga yang menjadi bagian Komite.

Menarik pada kegiatan saat dipaparkan skenario SOP penangulangan keadaan darurat penerbangan dalam papan miniatur yang dipandu Iqbal.
Penjelasan Iqbal, menghadapi kondisi emergency, otorita bandara sudah siap dengan formasi, setiap PPK sudah berada pada posisi dalam hitungan 3 menit, siaga menunggu komando.
Dimana radius otorita bandara sudah terpetakan melalui titik penangan serta serta jalur evakuasi.

Iqbal menjelaskan, diluar otorita bandara, dukungan itu dibutuhkan dalam pengamanan jalur evakuasi, seperti jalan menuju Rumah sakit, yang melibatkan polisi serta satuan kerja terkait yang termasuk dalam komite Keamanan dan Penanggulangan Keadaan Darurat
Pada kondisi darurat yang menjadi kewenangan Otorita Bandara, pihak terkait sebagai dukungan sudah ada porsi masing-masing “ Siapa kerja apa” Papar Iqbal.
Ikbal mengingatkan, kondisi darurat yang terjadi, kadang mengundang keingin tahuan masyarakat, “Nah ini perlu penanganan dan antispasi oleh pihak yang berkompeten dalam soal keamanan diluar otoritas bandara, untuk meminimalisir hambatan saat evakuasi sedang dilakukan” Jelasnya.(Sam Asiku)