Pemda Banggai

Asisten II Setda Banggai, Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Kecamatan Kintom

547
×

Asisten II Setda Banggai, Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Kecamatan Kintom

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Mewakili Bupati Banggai, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai, Mujiono, S.H., M.H., menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kecamatan Kintom, Selasa malam, 27 Januari 2025.

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, unsur Forkopimcam Kecamatan Kintom, para kepala desa se-Kecamatan Kintom, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutan tertulis Bupati Banggai yang dibacakan oleh Asisten II, disampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam. Peristiwa Isra dan Mi’raj tidak hanya menjadi perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga mengandung pesan moral serta nilai-nilai keteladanan yang relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, maupun sebagai abdi negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan Pengajian Akbar Hubbull Wathan Lil Khairaat dan Majelis Taklim se-Kecamatan Kintom merupakan wujud nyata dari semangat dakwah, ukhuwah Islamiyah, serta kecintaan kepada agama dan tanah air. Sebagaimana dipahami bersama bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman, sehingga menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di tengah masyarakat menjadi tanggung jawab bersama.

Di akhir sambutannya, disampaikan pula bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai senantiasa berkomitmen mendukung dan mendorong kegiatan-kegiatan keagamaan serta pembinaan umat. Hal ini karena pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental, spiritual, dan karakter masyarakat. (**)