JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Pemerintah kecamatan Ampana Kota dibawah kepemimpinan H. Mohammad Awali, S.Sos, M.Si dalam rangka memperingati HUT kabupaten Tojo Una-Una, bekerja sama dengan empat desa serumpun yakni Desa Sansarino, Desa Saluaba, Desa Buntongi dan Desa padang Tumbu’o, mengelar karnaval Roda Hias angkutan tradisional, Minggu petang 15 Desember 2024.

Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM yang diwakili Asiten III bidang adinistrasi umum Drs Mohammad Syarif Lasawedi, MAP melepas pawai karnaval dari garis star desa Padang Tumbu’o menuju garis finish Lapangan Bumi Mas Uemalingku eks STQ.
PJ Sekda Dr Alimudin Mohamad, SE, M.Si dimintai keterangnya, memberi apresiasi terhadap gagasan karnaval yang melibatkan angkutan tradisonal Roda (Pedati).
Ia menyatakan yang menarik, kanaval seperti ini sudah mulai hilang, namun dimunculkan kembali, harapan saya kedepan terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi dengan melibatkan banyak desa di Ampana dan sekitarnya.

Pawai ini memberi manfaat ekonomi bagi peserta, tidak saja melibatkan kegembiraan masyarakat, namun dari hiasan roda yang terdiri dari buah-buahan dan hasil tani lainnya, habis dibeli pengunjung setelah tiba digaris star.
” Selaku pemerintah daerah kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang berpartisipasi dalam meramaikan HUT Kabupaten TojoUna-Una ke 21 tahun ini. Tandas PJ Sekda.

Sementara Aisten III bidang Administrasi Umum setdakab Tojo Una Una, Drs. Moh. Syarif Lasawedi, MAP, dimintai keteranganya, mengatakan gagasan ini sangan bagus.
Apa yang dilakukan camat Ampana kota dengan beberapa desa Serumpun dalam menggagas satu kegiatan yang unik, yaitu festival karnaval roda hias. “ini bernilai tradisi yang harus terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya.”Spirit Syarai f Lasawedi.

Momentum peringatan Hut Tojo Una-Una ke 21, ia berharap agar seluruh masyarakat tetap mempertahnan situasi keamanan agar tetap kondusif.
Dikatakan Moh Syarif Lasawedi, Kita tahu bersama bahwa kita baru saja melaksanakan Pilkada. Pemerintah daerah dan keikutsertaan masyarakat dalam mempertahnkan suasana aman tertib, sehingga ketertiban di tengah-tengah masyarakat dapat terjaga dan silaturahmi kembali berlangsung walaupun dalam pernyelenggaraan Pilkada, kita sadari terjadi perbedaan pendapat dan pilihan, namun alhamdulillah masyarakat tidak terpecah-pecah.” Tandas Moh Syarif (Sam Asiku)