JPSULTENG, Bangkep – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengeluhkan belum menerima gaji selama tiga bulan serta tunjangan kinerja (Tukin) atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia berharap Bupati Bangkep, Rusli Moidady, turun tangan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dikbud untuk menyelesaikan permasalahan ini.

ASN yang enggan disebut namanya itu mengungkapkan kepada Media Jurnal Polri Sulteng bahwa hingga Maret 2025, ia belum menerima gajinya sejak Januari, termasuk Tukin yang seharusnya sudah dibayarkan.
“Saya sudah menanyakan langsung kepada bendahara Dikbud Bangkep, tetapi hanya mendapat jawaban untuk mengecek rekening. Namun, sampai sekarang gaji saya tetap nihil,” ujarnya.
Ia mengaku masih bisa memahami keterlambatan gaji di bulan Januari karena kendala administrasi. Namun, yang menjadi pertanyaan besar, mengapa rekan-rekannya sudah menerima gaji hingga Maret, sementara dirinya belum? Bahkan, beberapa ASN lainnya juga belum menerima Tukin untuk bulan Februari dan Maret 2025.
Lebih lanjut, ia meminta kejelasan jika ada kendala administrasi terkait data pribadi atau pajaknya. “Kalau memang ada perbaikan data atau masalah lain, tolong disampaikan agar saya bisa segera mengurusnya. Gaji ini sangat saya butuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi di bulan suci Ramadan ini,” tambahnya.
Harapan kepada Bupati Bangkep
Dengan penuh harap, ASN tersebut meminta perhatian langsung dari Bupati Bangkep untuk mengingatkan Kepala Dinas (Kadis) maupun bendahara Dikbud agar segera mencairkan haknya. Selain dirinya, beberapa ASN lain juga mengalami masalah serupa, terutama dalam pencairan Tukin/TPP.
Tak hanya ASN, tenaga kontrak daerah (TKD) di Dinas Dikbud Bangkep pun mengalami nasib serupa. Honor mereka untuk Januari, Februari, dan Maret 2025 belum juga dibayarkan, sementara di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, honor TKD sudah dicairkan.
Lebih jauh, ASN tersebut juga berharap agar Bupati Bangkep dapat melakukan sidak langsung ke kantor Dikbud guna memastikan permasalahan ini terselesaikan.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Dikbud Bangkep belum memberikan tanggapan terhadap upaya konfirmasi yang dilakukan oleh Media Jurnal Polri Sulteng melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon. (*)