Kabupaten BanggaiPILKADA BANGGAI

AT-FM Pacu Pembangunan, 41 Jalan Produksi dan 11 Rehabilitasi di Kabupaten Banggai

888
×

AT-FM Pacu Pembangunan, 41 Jalan Produksi dan 11 Rehabilitasi di Kabupaten Banggai

Sebarkan artikel ini

JPSulteng, BANGGAI – Meski baru tiga tahun memimpin, Bupati Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili (AT-FM) telah banyak menghasilkan karya nyata di Kabupaten Banggai. Pencapaian ini terlihat dari berbagai program yang diimplementasikan oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati, yang akan kembali bersaing pada Pilkada Banggai mendatang. Jumat, 28 Agustus 2024.

Salah satu OPD yang menonjol adalah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai. Pada tahun anggaran 2024 ini, dinas tersebut berhasil membuka akses jalan produksi yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Banggai, serta melakukan rehabilitasi jalan yang sudah ada.

Berikut adalah rincian lokasi dan anggaran untuk pembangunan jalan produksi:

 

1. Desa Lauwon, Kecamatan Luwuk Timur Rp200 juta.

2. Desa Dolom, Kecamatan Balantak Rp147 juta lebih.

3. Desa Talima B, Kecamatan Balantak Rp198 juta lebih.

4. Desa Tintingon, Kecamatan Balantak Selatan Rp148 juta lebih.

5. Desa Kampangar, Kecamatan Balantak Utara Rp198 juta lebih.

6. Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui Rp150 juta lebih.

7. Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan Rp188 juta lebih.

8. Desa Ombolu, Kecamatan Batui Selatan Rp198 juta lebih.

9. Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Rp14 juta lebih.

10. Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom Rp99 juta lebih.

11. Desa Kagitakan, Kecamatan Lamala Rp198 juta lebih.

12. Desa Sirom, Kecamatan Lamala Rp198 juta lebih.

13. Desa Tinonda, Kecamatan Lamala Rp198 juta lebih.

14. Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan Rp157 juta lebih.

15. Desa Bantayan, Kecamatan Luwuk Timur Rp125 juta lebih.

16. Desa Hunduhon, Kecamatan Luwuk Timur Rp147 juta lebih.

17. Desa Indang Sari, Kecamatan Luwuk Timur Rp198 juta lebih.

18. Desa Molino, Kecamatan Luwuk Timur Rp179 juta lebih.

19. Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara Rp99 juta lebih dan Rp148 juta lebih.

20. Desa Kamumu, Kecamatan Luwuk Utara Rp199 juta lebih.

21. Desa Lenyek, Kecamatan Luwuk Utara Rp199 juta lebih.

22. Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara Rp199 juta lebih.

23. Desa Binotik, Kecamatan Mantoh Rp198 juta lebih.

24. Desa Pondan, Kecamatan Mantoh Rp196 juta lebih.

25. Desa Sobol, Kecamatan Mantoh Rp147 juta lebih.

26. Desa Sulubombong, Kecamatan Mantoh Rp198 juta lebih.

27. Desa Duata Karya, Kecamatan Masama Rp198 juta lebih.

28. Desa Tangeban, Kecamatan Masama Rp198 juta lebih.

29. Desa Taugi, Kecamatan Masama Rp198 juta lebih.

30. Desa Lumbe, Kecamatan Nambo Rp128 juta lebih.

31. Desa Bangketa, Kecamatan Nuhon Rp198 juta lebih.

32. Desa Bolobungkang, Kecamatan Nuhon Rp198 juta lebih.

33. Desa Jaya Makmur, Kecamatan Nuhon Rp198 juta lebih.

34. Desa Pulo Dalagan, Kecamatan Nuhon Rp198 juta lebih.

35. Desa Sumber Agung, Kecamatan Nuhon Rp198 juta lebih.

36. Desa Tetesulu, Kecamatan Nuhon Rp198 juta lebih.

37. Desa Tongkonunuk, Kecamatan Pagimana Rp198 juta lebih.

38. Desa Poh, Kecamatan Pagimana Rp148 juta lebih.

39. Desa Sepa, Kecamatan Pagimana Rp196 juta lebih.

40. Desa Beringin Jaya, Kecamatan Simpang Raya Rp198 juta lebih.

41. Desa Gonohop, Kecamatan Simpang Raya Rp198 juta lebih.

 

Rehabilitasi jalan produksi juga dilakukan di sejumlah lokasi berikut:

 

1. Desa Boloak, Kecamatan Balantak Rp198 juta lebih.

2. Desa Tanotu, Kecamatan Balantak Rp148 juta lebih.

3. Desa Malik, Kecamatan Bualemo Rp172 juta lebih.

4. Kelurahan Kalaka, Kecamatan Bunta Rp148 juta lebih.

5. Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan Rp198 juta lebih.

6. Desa Bukti Mulya, Kecamatan Luwuk Timur Rp198 juta lebih.

7. Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur Rp198 juta lebih.

8. Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara Rp198 juta lebih.

9. Desa Padungnyo, Kecamatan Nambo Rp198 juta lebih.

10. Kelurahan Nambo Lempek, Kecamatan Nambo Rp198 juta lebih.

11. Kelurahan Balantak, Kecamatan Balantak Rp194 juta lebih.

 

Menurut Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Dinas TPHP Banggai, Fadli Salawali, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para petani dan pekebun. Program pembangunan jalan produksi ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah Kabupaten Banggai terlayani.

“Program di Dinas TPHP ini banyak yang fokus pada kebutuhan petani dan pekebun. Jalan produksi merupakan salah satu infrastruktur vital bagi mereka, baik untuk distribusi hasil lahan maupun pembukaan lahan baru,” ungkap Fadli.

Ia juga mengakui bahwa belum semua kantong produksi memiliki akses jalan, namun setiap tahunnya, Dinas TPHP Banggai terus berupaya menyelesaikan masalah ini. (*)