PEMDA TOJO UNA-UNA

Baperida Gelar Rakor TKPKD Kabupaten Tojo Una-Una Tahun 2024

859
×

Baperida Gelar Rakor TKPKD Kabupaten Tojo Una-Una Tahun 2024

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID – Ampana, Meskipun Kabupaten Tojo Una-Una dinyatakan telah keluar dari daerah kategori miskin dan mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, namun upaya mempertahanakan  komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan fokus pada upaya pengentasan kemiskinan diKabupaten Tojo Una-Una.
Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tojo Una-Una, Amin Bustamin, ST, MM membuka rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Tojo Una–Una, diruang Rapat Utama Kantor Bupati  Selasa 15 oktober 2024.

Bupati dalam sambutan tertulis yang dibaca oleh Ketua Bapperida Amin Bustamin, memberi apresiasi atas terselanggaranya rakor, yang merupakan langkah penting dalam menyatukan visi, misi.

“Langkah-langkah strategis kita dalam menanggulangi kemiskinan di daerah ini. TKPKD merupakan wadah koordinasi antar-stakeholder yang sangat strategis dalam upaya bersama mewujudkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Tojo Una-Una.” Ujar Bupati

Ditandaskan bupati, kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga masalah multidimensional yang mencakup berbagai aspek, diantaranya pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan akses terhadap layanan dasar, “Oleh karena itu penanggulangannya, memerlukan sinergi dan koordinasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat.” Ujar Bupati.

Keberadaan  dan pera TKPKD sebagai wadah koordinasi untuk menyatukan program dan kebijakan agar penanggulangan kemiskinan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dimana menurut bupati, peran aktif semua pemangku kepentingan dalam forum ini sangat penting untuk menciptakan solusi komprehensif, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat miskin.

“Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu isu penting dan mendesak yang harus kita selesaikan bersama.” Dorong bupati.

Dibagian lain sambutannya, bupati mengatakan, meskipun Tojo Una-Una telah keluar dari kategori daerah miskin, namun perlu mencermati data yang masih menunjukkan bahwa kabupaten Tojo Una-Una,  masih menghadapi tantangan serius dalam hal tingkat kemiskinan, yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan angka kemiskinan.

TKPKD diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam merumuskan dan melaksanakan program – program penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran.Tekan bupati.

“Disini, kita tidak hanya berbicara tentang bantuan sosial, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah, serta memperkuat akses terhadap pendidikan dan kesehatan.”Ujar bupati serius.

Menurut bupati upaya untuk mengentaskan kemiskinan tidaklah mudah, karena diperhadapkan dengan berbagai tantangan namun tantangan itu harus dihadapi dengan serius, diantaranya bagaimana memanfaatkan anggaran yang ada,  dalam mensinergikan penyelenggaraan program dan kegiatan baik anggaran yang bersumber dari APBN, APBD, APBDES maupun anggaran non-pemerintah lainnya, sehingga terintegrasi dan tepat sasaran.

Bupati menekankan agar rakor TKPKD dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan, sehingga dapat menghasilkan kesepakatan bersama, untuk diimplementasikan secara sistematis, terencana dan bersinergi, untuk mencapai percepatan penanggulangan kemiskinan di kabupaten Tojo Una – Una.

Bupati memberi dorongan kuat, agar TKPKD dapat terus berinovasi dan memperkuat sinergi lintas sektor, sehingga program-program penanggulangan kemiskinan.

“Saya berharap semua program yang dihasilkan TKPKD benar-benar efektif dan berdampak langsung pada masyarakat yang membutuhkan.” Tandas Bupati. (Sam Asiku)