JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Rapat Dalam Kantor (RDK) guna memperkuat peran strategis kehumasan kelembagaan.
Rapat yang mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Kehumasan, Peliputan, Pengelolaan Media Sosial, dan Dokumentasi” ini berlangsung di kantor Bawaslu Tojo Una Una, Senin 19 Oktober 2026.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu Tojo Una Una, Ketua Taufiq Rizal R. Liara, serta Anggota Arfan Tandje dan Gafril. Menariknya, Bawaslu Tojo Una Una tidak hanya melibatkan pihak internal, tetapi juga menggandeng Ketua KPU Tojo Una Una, Ahdin L. Nondo, sebagai narasumber eksternal untuk memperkuat sinergi keterbukaan informasi.

Ketua Bawaslu Touna, Taufiq Rizal R. Liara, menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan kehumasan merupakan sarana utama pencegahan pelanggaran pemilu sekaligus etalase kerja nyata lembaga di mata publik. Sosialisasi masif, baik secara tatap muka (offline) maupun digital (online), menjadi instrumen vital yang harus terus didorong.
“Bagaimana peran humas bisa menyampaikan tugas, fungsi, dan apa yang kemudian dikerjakan oleh Bawaslu hari ini,” ujar Taufiq.
Senada dengan hal itu, Anggota Bawaslu Tojo Una Una , Arfan Tandje, memaparkan tata kelola kehumasan saat ini telah dipayungi oleh Peraturan Bawaslu Nomor 14 Tahun 2024.
Regulasi tersebut wajib ditopang oleh sistem tata kelola yang kuat agar keterbukaan informasi bagi masyarakat dapat berjalan efektif dan efisien.
Dari sudut pandang sesama penyelenggara pemilu, Ketua KPU Tojo Una Una, Ahdin L. Nondo, sepakat humas merupakan urat nadi lalu lintas informasi publik, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal.
Ia juga membagikan komparasi sistem kerja, di mana pengelolaan kehumasan KPU Touna bertumpu pada penyaringan bahan informasi terpadu dari setiap divisi sebelum resmi dipublikasikan ke masyarakat luas.
Di sisi lain, Anggota Bawaslu Tojo Una Una, Gafril, menyoroti tantangan digital yang dihadapi lembaga. Meski keran publikasi Bawaslu Touna saat ini dinilai jauh lebih aktif dibanding periode sebelumnya, jumlah kunjungan masyarakat ke kanal resmi masih tergolong minim.
Sebagai solusi konkret, Gafril meminta seluruh jajaran internal Bawaslu Tojo Una Una untuk bergerak bersama meningkatkan kreativitas konten dan melakukan gerakan re-posting (membagikan ulang) setiap unggahan resmi lembaga demi mendongkrak popularitas kelembagaan di media sosial.
Langkah taktis melalui forum RDK ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Tojo Una Una untuk terus mematangkan kesiapan personil dan memperkuat fungsi pengawasan masyarakat, bahkan di tengah masa non-tahapan Pemilu maupun Pemilihan.(H. Sam Asiku)