Nasional

Bintang Muda Indonesia Bersinar di Hanoi: Sukses Singkirkan Ratusan Kompetitor Global di IOAA 2026

×

Bintang Muda Indonesia Bersinar di Hanoi: Sukses Singkirkan Ratusan Kompetitor Global di IOAA 2026

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, TANGERANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali membuktikan efektivitas sistem pembinaan talenta berkelanjutannya di panggung dunia. Lima murid terbaik yang dikirim sebagai delegasi Indonesia sukses memborong sejumlah penghargaan bergengsi pada ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 yang diselenggarakan di Hanoi.

Dalam kompetisi sains bergengsi tersebut, tim Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, satu Honorable Mention, dan gelar Winner of the Poster Competition. Capaian ini mempertegas posisi Indonesia dalam persaingan sains global, khususnya di bidang astronomi dan astrofisika.

Rincian Prestasi Delegasi Indonesia

Prestasi gemilang ini diraih melalui kontribusi nyata dari masing-masing anggota delegasi yang berasal dari berbagai sekolah unggulan di Indonesia:

  • Medali Perunggu: Diraih oleh Muhammad Zhafif (SMAS Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan), Khalil Azyumardi Abnel (MAN 1 Pekanbaru), dan Yugo Deandra Wirayudha (SMA Negeri 1 Purwokerto).
  • Honorable Mention: Disabet oleh Muhammad Bagir (SMA Negeri 8 Jakarta).
  • Winner of the Poster Competition: Dimenangkan secara tim oleh Muhammad Faiz Rahman (SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi) melalui karya ilmiah kolaboratif berjudul “VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND.”

Komitmen Pembinaan dan Ekosistem Talenta

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan instan, melainkan buah dari proses panjang yang terstruktur. Proses seleksi dan pembinaan ini dimulai dari tingkat daerah melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi, yang kemudian disaring ketat melalui beberapa tahap pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujar Irene dalam keterangan resminya. Ia menekankan bahwa ajang internasional ini bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari pembangunan karakter dan portofolio jangka panjang bagi masa depan para murid.

Pengalaman Berharga dari Garis Depan

Bagi para peserta, kompetisi ini memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar medali. Muhammad Zhafif, salah satu peraih perunggu, mengungkapkan, rangkaian panjang dari OSN hingga pelatnas telah memberikan hak istimewa (privilege) dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan sekaligus membentuk ketahanan mentalnya.

Zhafif turut merasakan bahwa perjalanan mengikuti OSN hingga ajang internasional memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkuat kemampuan, tetapi juga membentuk karakter.

“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” tambah Zhafif.

Sementara itu, orang tua Muhammad Zhafif, yakni Muhammad Joni, mengaku bangga atas capaian putranya yang berhasil meraih medali pada IOAA 2026.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zhafif di ajang IOAA. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada Zhafif hingga dapat meraih prestasi di tingkat internasional,” ucap Muhammad Joni.

Pengalaman mengesankan juga disampaikan Yugo Deandra Wirayudha, dari SMA Negeri 1 Purwokerto.

“IOAA menjadi salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan bagi saya. Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” tuturnya.

IOAA 2026 merupakan kompetisi internasional bidang astronomi dan astrofisika bagi murid pendidikan menengah.

Hal senada juga disampaikan oleh Yugo Deandra Wirayudha yang mengapresiasi kualitas pendampingan intensif dari Puspresnas yang mampu mendongkrak kesiapan mereka di tingkat global.

Ajang IOAA 2026 yang berpusat di Phenikaa University, Hanoi, tahun ini menjadi medan laga yang sangat kompetitif karena diikuti oleh 320 peserta dari 66 negara. Dukungan penuh dari orang tua siswa dan sinergi pemerintah terbukti menjadi kunci utama di balik layar keberhasilan Indonesia menembus dominasi global dalam sains antariksa./H. Sam Asiku