Pemda Banggai

Bupati Amirudin Buka Seminar Awal Kajian Evaluasi Dampak Inovasi Pelayanan Publik di Kabupaten Banggai

291
×

Bupati Amirudin Buka Seminar Awal Kajian Evaluasi Dampak Inovasi Pelayanan Publik di Kabupaten Banggai

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P., membuka Seminar Awal Kajian Evaluasi Dampak Inovasi Sektor Pelayanan Publik di Kabupaten Banggai yang dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai di Ruang Rapat Kantor BRIDA tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banggai untuk memperkuat perencanaan pembangunan berbasis riset, data, dan inovasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengevaluasi dampak berbagai inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan oleh perangkat daerah.

Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsy Amir, S.STP., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kajian ini sejalan dengan arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Banggai Tahun 2025–2029, khususnya pada prioritas peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurutnya, kajian tersebut merupakan hasil kerja sama antara BRIDA Kabupaten Banggai dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tompotika Luwuk sebagai mitra akademik sekaligus tenaga ahli pelaksana kajian.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPPM Universitas Tompotika Luwuk atas dukungan dan kolaborasinya dalam mendampingi Pemerintah Kabupaten Banggai pada pelaksanaan kajian ini,” ujar Andi Nur Syamsy Amir.

Ia menjelaskan, seminar awal tersebut menjadi forum penting untuk memperoleh berbagai masukan, saran, dan penyempurnaan dari para pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan kajian berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Selain itu, ia berharap seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, serta pihak-pihak terkait dapat mendukung proses pengumpulan data dan pelaksanaan kajian di lapangan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan di sektor pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Banggai H. Amirudin dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar awal tersebut memiliki posisi yang sangat krusial, vital, dan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Banggai.

Menurut Bupati, kegiatan ini merupakan langkah ilmiah yang objektif dan terukur untuk memotret serta mengevaluasi sejauh mana inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa anggaran, waktu, dan energi yang telah dikeluarkan untuk melahirkan sebuah inovasi pelayanan publik sebanding dengan manfaat dan kemudahan yang dirasakan masyarakat, serta selaras dengan arah pembangunan nasional,” ujar Bupati Amirudin.

Ia menambahkan bahwa evaluasi yang dilakukan melalui kajian ini akan menjadi dasar dalam melahirkan kebijakan yang berbasis data dan fakta, bukan sekadar asumsi maupun laporan administratif semata.

Bupati juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari setiap inovasi yang dikembangkan pemerintah adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendorong kesejahteraan rakyat.

“Inovasi adalah instrumen, pelayanan publik adalah medianya, dan kesejahteraan rakyat adalah tujuannya. Mari kita ikuti seminar awal ini dengan penuh tanggung jawab demi melahirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan fakta (evidence-based policy),” tegasnya.

Seminar awal ini dihadiri para pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Banggai, tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk, serta sejumlah undangan lainnya. (*)