Pemda Banggai

Bupati Banggai Diwakili Plt. Asisten II, Hadiri Rakor TPID dan TP2DD Tahun 2025

526
×

Bupati Banggai Diwakili Plt. Asisten II, Hadiri Rakor TPID dan TP2DD Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Bupati Banggai diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten II Setda Banggai, Mujiono, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi TPID dan TP2DD Kabupaten Banggai Tahun 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Banggai, dengan mengusung tema: “Memperkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Memperluas Digitalisasi Kabupaten Banggai.”

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulteng beserta jajaran, para pimpinan perbankan, Kepala BPS Kabupaten Banggai, para pimpinan perangkat daerah, Kabag Perekonomian Setda Banggai, Kabag Prokopim Setda Banggai, para peserta rakor, serta undangan lainnya.

Dalam arahannya, Plt. Asisten II Setda Banggai, Mujiono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini membahas pengendalian inflasi dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, termasuk evaluasi kebijakan yang telah diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta rekomendasi untuk perbaikan ke depan. Ia menekankan pentingnya strategi penguatan komitmen pemerintah daerah serta integrasi sistem keuangan daerah dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut, Mujiono menegaskan perlunya percepatan implementasi agar selaras dengan kebijakan daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi dan mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah. Sejumlah strategi telah dicanangkan dan disepakati untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan di masyarakat. Selain itu, TPID juga akan terus memantau harga pangan dan non-pangan serta mengomunikasikan kebijakan kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi.

“Dan untuk mendukung Asta Cita dan program prioritas, hasil efisiensi akan digunakan untuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengendalian inflasi, stabilitas harga pangan, serta program peningkatan kesejahteraan dan ekonomi. TP2DD menjadi mitra strategis untuk mendukung percepatan dan perluasan. Oleh karena itu, Rakor TPID dan TP2DD diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen kepala daerah serta meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya pengendalian inflasi,” tutur Mujiono.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulteng dalam arahannya juga menegaskan bahwa tujuan utama Bank Indonesia adalah mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah. Kestabilan tersebut mencakup dua aspek, yakni kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa (inflasi).